Tantangan Motor Listrik Lokal Bukan Cuma Harga

1 day ago 3

Jumat, 18 September 2026 - 23:37 WIB

Jakarta, VIVA - Perkembangan motor listrik di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan harga jual yang terjangkau. Produk yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri juga perlu menghadapi sejumlah tantangan lain, mulai dari ketersediaan komponen, teknologi baterai, jaringan layanan, hingga kepercayaan konsumen.

Harga memang menjadi salah satu pertimbangan ketika masyarakat memilih kendaraan listrik. Namun, keputusan membeli motor listrik juga berkaitan dengan jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, ketersediaan suku cadang, layanan purna jual, serta biaya penggunaan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketersediaan jaringan layanan menjadi salah satu faktor penting karena motor listrik tetap membutuhkan perawatan dan perbaikan. Semakin luas jaringan dealer dan bengkel, semakin mudah konsumen mendapatkan layanan ketika membutuhkan servis atau penggantian komponen.

Baterai juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Selain menentukan jarak tempuh, baterai merupakan salah satu komponen utama yang berkaitan dengan harga kendaraan, sehingga perkembangan teknologi dan kemampuan industri dalam menyediakan baterai yang sesuai kebutuhan menjadi bagian dari tantangan pengembangan motor listrik.

Industri lokal juga perlu meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri secara bertahap. Penguatan rantai pasok lokal dapat membantu meningkatkan keterlibatan industri nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah komponen yang masih berasal dari luar negeri.

Di sisi konsumen, faktor kepercayaan juga menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai daya tahan baterai, garansi, biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, serta nilai kendaraan ketika nantinya dijual kembali.

Karena itu, pengembangan motor listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk baru. Ekosistem yang mencakup industri, jaringan penjualan, layanan purna jual, teknologi, dan kemudahan penggunaan juga perlu berjalan bersamaan agar kendaraan listrik dapat digunakan secara lebih luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu contoh upaya membangun ekosistem tersebut dilakukan PT Indomobil Emotor Internasional melalui merek Indomobil eMotor. CEO PT Indomobil Emotor Internasional Pius Wirawan mengatakan pengembangan kendaraan listrik perlu dilakukan dengan memperkuat berbagai aspek di luar produk.

“Bagi kami, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan sebagai sebuah ekosistem. Karena itu, kami terus memperkuat produk yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, meningkatkan kontribusi industri dalam negeri, serta memperluas jaringan layanan agar kendaraan listrik semakin mudah diterima dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 18 September 2026.

Halaman Selanjutnya

Indomobil eMotor Sprinto yang baru-baru ini mendapat Anugerah Ekonomi Hijau 2026 dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assemblers, Cakung, Jakarta Timur, dengan sertifikasi TKDN sebesar 50 persen. Indomobil eMotor juga menyebut telah memiliki 155 dealer resmi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung layanan servis, suku cadang, dan purna jual.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |