Tegang! Kemenkeu AS Beri Sanksi ke Sejumlah Perusahaan China yang Bantu Iran

4 days ago 3

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:32 WIB

VIVA –Kementerian keuangan Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap sepuluh individu dan perusahaan karena diduga terlibat membantu Iran memperoleh senjata serta bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi drone Shahed dan rudal balistik. Beberapa inividu dan perusahaan yang dijatuhkan sanski itu diantaranya berbasis di China dan Hong Kong.

Langkah ini dilakukan Kementerian Keuangan AS beberapa hari sebelum rencana pertemuan presiden AS Donald Trum dan Presiden China Xi Jinping di tengah terhambatnya upaya penyelesaian konflik dengan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman presstv.ir, Sabtu 9 Mei 2026, Kemenkeu AS menyebut sanksi tersebut diberikan bertujuan untuk melemahkan kemampuan industri militer Iran dalam memproduksi persenjataan. Mereka juga menegaskan akan mengambil tindakan terhadap entitas asing manapun yang dianggap mendukung aktivitas perdagangan ilegal Iran termasuk maskapai penerbangan.

Selain itu, AS juga mengancam akan menerapkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang membantu Iran, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan kilang minyak independen di China.

Menurut Brett Erickson dari Obsidian Risk Advisors, sanksi ini dirancang untuk membatasi kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz serta negara-negara sekutunya di kawasan.

Lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam dunia, dilaporkan menurun drastis sejak perang pecah. Kondisi ini turut memicu lonjakan harga energi global.

Erickson juga menilai sanksi yang diterapkan saat ini masih cukup terbatas dan sangat terfokus, sehingga berpotensi memberi Iran lebih banyak waktu untuk menyesuaikan metode pengadaan mereka serta mencari pemasok alternatif.

Ia juga menyoroti bahwa bank-bank China yang memiliki peran penting bagi perekonomian Iran sejauh ini belum menjadi sasaran sanksi Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa entitas yang masuk daftar sanksi antara lain perusahaan asal China, Yushita Shanghai International Trade Co Ltd, yang dituduh memfasilitasi pembelian senjata Iran dari China. Ada pula Elite Energy FZCO yang berbasis di Dubai, yang disebut mentransfer jutaan dolar ke perusahaan di Hong Kong untuk mendukung pengadaan tersebut.

Selain itu, HK Hesin Industry Co Ltd yang berbasis di Hong Kong dan Armory Alliance LLC asal Belarus dituding berperan sebagai perantara. Mustad Ltd di Hong Kong disebut membantu pengadaan senjata untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran. Sementara itu, perusahaan Iran Pishgam Electronic Safeh Co dituduh mengadakan motor drone, dan Hitex Insulation Ningbo Co Ltd dari China disebut memasok material yang digunakan dalam rudal balistik.

Halaman Selanjutnya

Dalam langkah yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya, China pekan lalu mulai melawan kebijakan sanksi Washington terhadap kilang minyak China yang membeli minyak mentah Iran. Beijing bahkan untuk pertama kalinya menerapkan “blocking rule”, yakni aturan yang meminta perusahaan-perusahaan China untuk tidak mematuhi sanksi AS.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |