VIVA – Perkembangan teknologi digital perlahan mengubah cara orang tua mengikuti tumbuh kembang anak yang sedang menjalani pendidikan jauh dari rumah. Jika sebelumnya informasi mengenai aktivitas anak lebih banyak diperoleh melalui laporan berkala atau komunikasi langsung dengan pengasuh, kini sejumlah proses dapat dilakukan dengan dukungan sistem digital.
Kehadiran teknologi memberikan kemudahan terutama bagi orang tua yang tidak dapat bertemu anak setiap hari, misalnya anak-anak yang menuntut ilmu di pesantren. Informasi mengenai kegiatan belajar, hafalan, ibadah, kedisiplinan, hingga kondisi kesehatan dapat dicatat dan dikelola secara lebih terstruktur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan begitu, orang tua memiliki gambaran mengenai aktivitas anak tanpa harus selalu menunggu laporan dalam bentuk dokumen fisik. Lantas, bagaimana digitalisasi membantu orang tua memantau perkembangan anak dari jarak jauh?
1. Melihat Aktivitas Ibadah dan Kedisiplinan
Informasi yang ditampilkan juga tidak harus terbatas pada pencapaian akademik. Dalam pengelolaan pendidikan berasrama, catatan aktivitas ibadah, kedisiplinan, pembinaan karakter, serta kegiatan harian dapat menjadi bagian dari informasi perkembangan anak.
Bagi orang tua, akses tersebut memiliki fungsi lebih dari sekadar mengetahui angka pencapaian. Perubahan kecil dalam catatan perkembangan dapat menjadi gambaran mengenai proses yang sedang dijalani anak.
Pertambahan hafalan, misalnya, menunjukkan adanya proses belajar dan pendampingan yang berlangsung secara rutin. Hal serupa dapat dilihat dari catatan aktivitas lain yang menggambarkan keseharian anak selama berada jauh dari keluarga.
2. Mengurangi Beban Administrasi Pengasuh
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan dalam pendidikan pesantren. Anak yang tinggal jauh dari keluarga menjalani rutinitas yang cukup padat, mulai dari kegiatan akademik, pembinaan karakter, ibadah, hingga aktivitas bersama lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, pengasuh harus menangani banyak santri dengan kebutuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Dalam kondisi tersebut, pencatatan secara manual dapat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data yang telah dicatat juga perlu direkap sebelum dapat disampaikan kepada orang tua. Digitalisasi kemudian menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu menyederhanakan proses administratif sekaligus mempercepat penyampaian informasi.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi juga dapat membantu pengasuh mengurangi beban pekerjaan administratif. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk menulis, merekap, dan memindahkan data dapat dialihkan untuk berinteraksi secara langsung dengan anak.
Halaman Selanjutnya
Teknologi dalam konteks ini berfungsi sebagai alat pendukung, sementara proses pendidikan tetap membutuhkan peran guru, pengasuh, musyrif, dan keluarga.

3 days ago
6




















