Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kini tak lagi sekadar soal mengobati penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang mulai memerhatikan pemulihan tubuh, pencegahan cedera, hingga menjaga performa fisik agar tetap optimal di tengah gaya hidup yang semakin aktif.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap olahraga, wellness treatment, hingga layanan rehabilitasi modern yang menawarkan proses pemulihan lebih cepat dan nyaman. Tak hanya atlet profesional, masyarakat umum kini juga mulai mencari terapi yang mampu membantu tubuh pulih tanpa prosedur invasif atau rasa sakit berlebihan. Seperti apa contohnya? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah tren tersebut, teknologi rehabilitasi berbasis radiofrekuensi mulai banyak dilirik karena dianggap mampu mendukung proses penyembuhan tubuh secara lebih efektif. Salah satunya adalah INDIBA Activ, teknologi terapi asal Spanyol yang kini mulai digunakan di Indonesia.
INDIBA Activ bekerja menggunakan teknologi radiofrekuensi 448 kHz Proionic® System yang disebut mampu membantu regenerasi jaringan tubuh dari dalam. Teknologi tersebut diklaim dapat meningkatkan sirkulasi darah, membantu mengurangi inflamasi, meredakan nyeri, hingga mempercepat proses penyembuhan alami tubuh.
Secara global, teknologi ini sudah digunakan di lebih dari 60 negara dan cukup populer di kalangan fisioterapis hingga atlet dunia untuk menunjang pemulihan fisik.
“Atlet Internasional seperti Rafael Nadal pernah menggunakan teknologi recovery dan rehabilitasi canggih INDIBA Activ dalam pemulihan fisik,” jelas M. Luthfi Alamsyah, S.Ft., MMRS, Head Physio Rehabilitation & Sport Division PT Regenesis Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 9 Mei 2026.
![]()
Kepala Klinik Utama MOTIVA, dr. Veranika Darmidy, Sp.KO, SubSp.ALK (K), menjelaskan, teknologi ini memiliki dua mode terapi utama, yaitu kapasitif dan resistif. Keduanya memungkinkan penanganan berbagai jaringan tubuh, mulai dari otot hingga tendon dan ligamen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Layanan terapi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pemulihan cedera otot, masalah kekakuan dan spasme otot, hingga rehabilitasi pascaoperasi tendon dan ligamen," ungkapnya.
Menariknya, terapi ini disebut menawarkan pengalaman yang lebih nyaman dibanding metode konvensional karena bersifat non-invasif dan minim rasa sakit. Proses pemulihan pun diklaim bisa terasa lebih cepat hanya dalam beberapa sesi terapi.
Halaman Selanjutnya
“Berbeda dengan terapi konvensional, penggunaan INDIBA Activ memberikan pengalaman terapi yang lebih nyaman karena bersifat non-invasif, minim rasa sakit, serta dapat memberikan hasil optimal hanya dalam beberapa sesi terapi,” jelasnya.

4 days ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)