Makassar, VIVA – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Brigadir Polisi Dua (Bripda) Dirja Pratama (19) di lingkungan Asrama Samapta Polda Sulawesi Selatan.
Aksi kekerasan yang diduga dilakukan senior terhadap junior ini ternyata dipicu persoalan hirarki. Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandani Raharjo Puro, membeberkan motif di balik penganiayaan yang dilakukan Bripda P terhadap korban.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Motif adalah masalah hirarki seniornya marah karena si junior (korban) dipanggil menghadap tidak mau menghadap," ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan, kepada penyidik, tersangka mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban hingga akhirnya meninggal dunia. Aksi kekerasan itu disebut terjadi saat waktu subuh.
"Pada saat sholat subuh dijemput dan dianiaya, dipukuli," katanya.
Sebelumnya diberitakan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Bripda DP hingga meninggal.
"Saat ini kami sudah mengamankan satu orang tersangka sesuai dengan pengakuan yang dilakukan. Namun, kita tidak percaya begitu saja, karena kami masih melihat keterlibatan lainnya," kata Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, Senin, 23 Februari 2026.
Untuk diketahui, seorang anggota Polri muda berpangkat Bripda dengan inisial DP dilaporkan tewas di dalam Asrama Polisi (Aspol), Kompleks Kantor Polda Sulawesi Selatan, Makassar. DP tewas diduga karena dianiaya oleh seniornya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi mengatakan pihaknya telah memeriksa enam orang saksi, termasuk senior DP.
"Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan, yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya DP. Mungkin bertambah lagi nanti (diperiksa)," ujar dia kepada wartawan, dikutip, Minggu, 22 Februari 2026.
Brimob Diminta Angkat Kaki Dari Masyarakat Pasca Kasus Bripda Mesias Siahaya, Respons Polri Sungguh Tak Terduga
Desakan agar Korps Brigade Mobil (Brimob) ditarik dari tengah masyarakat mencuat. Usulan itu disuarakan YLBHI menyusul sejumlah kasus kekerasan yang jadi sorotan publik.
VIVA.co.id
25 Februari 2026

3 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483119/original/012006700_1769331674-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_15.28.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)
