Minggu, 26 Juli 2026 - 17:30 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan menunda rencananya untuk memperluas agresi militer terhadap Iran, menyusul kekhawatiran bahwa eskalasi serangan itu dapat menguras cadangan rudal pertahanan udara AS yang kian menipis.
Laporan tersebut pertama kali dihembuskan harian The New York Times, dengan mengutip sejumlah sumber internal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan, militer AS terus mematangkan rencana operasi militer berskala besar terhadap Iran, meski Presiden Trump belum menerbitkan perintah resmi.
Menurut Axios, Trump telah menginstruksikan penghentian serangan baru ke Iran sejak Jumat, 25 Juli 2026, dengan memutus gelombang gempuran yang telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.
The New York Times menyebut, penundaan eskalasi serangan itu didasari oleh kekhawatiran Pentagon akan penipisan stok rudal penangkis jenis Patriot, dan amunisi pertahanan udara lainnya di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, para pejabat tinggi AS mengkhawatirkan dampak pelebaran konflik, mulai dari renggangnya hubungan dengan sekutu kunci di Teluk Persia, guncangan ekonomi global, hingga semakin buruknya krisis energi dan migrasi.
Keputusan Trump tersebut diambil usai menggelar pertemuan tertutup bersama para penasihat dan pejabat senior Pemerintah AS, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Secara terpisah, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, memperingatkan ke internalnya bahwa meski penyerangan skala besar memungkinkan untuk dilanjutkan, langkah tersebut berisiko tinggi menguras habis persediaan rudal pencegat milik militer AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hampir seluruh lingkaran dalam istana kepresidenan AS juga menganggap bahwa rencana eskalasi tersebut kurang bijaksana.
Salah seorang pejabat bahkan meragukan serangan baru akan membawa Iran kembali ke meja perundingan dan justru berisiko menyatukan rakyat Iran untuk melawan ancaman dari luar. (Ant).
AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya
AS sedang mengkaji kemungkinan operasi besar dengan melibatkan ribuan personel militer, untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya dari fasilitas nuklir Iran.
VIVA.co.id
26 Juli 2026

4 hours ago
3











