Jakarta, VIVA - Jurusan kedokteran masih menjadi salah satu program studi favorit yang diburu pelajar Indonesia setiap tahun. Persaingan yang ketat, proses pendidikan yang panjang, hingga tuntutan akademik yang tinggi justru tidak menyurutkan minat calon mahasiswa untuk mengejar cita-cita menjadi dokter.
Minat pelajar terhadap jurusan kedokteran hingga kini masih sangat tinggi. Selain dianggap sebagai profesi bergengsi, banyak siswa ingin menjadi dokter karena memiliki keinginan membantu masyarakat di bidang kesehatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, untuk bisa lolos ke fakultas kedokteran, ternyata tidak cukup hanya mengandalkan nilai bagus saja. Kesiapan mental, motivasi, hingga kemampuan komunikasi juga menjadi faktor penting yang mulai diperhatikan dalam proses seleksi.
Informasi ini diungkap oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ), Dr. Ecie Budiyanti, M. Biomed, membagikan sejumlah hal penting yang perlu dipersiapkan calon mahasiswa sebelum mendaftar jurusan kedokteran.
Berikut tiga hal yang wajib dipersiapkan jika ingin lolos jurusan kedokteran:
1. Pastikan Menguasi Biologi dan Kimia Sejak Awal
Kesiapan akademik menjadi syarat utama untuk masuk jurusan kedokteran. Penguasaan mata pelajaran biologi dan kimia menjadi fondasi penting karena akan banyak digunakan selama perkuliahan.
Tak hanya sekadar menghafal, calon mahasiswa juga perlu memahami konsep dasar agar lebih mudah mengikuti pembelajaran di bangku kuliah nantinya. Selain kemampuan akademik, kampus juga akan melihat kemampuan kognitif calon mahasiswa, seperti penalaran dan problem solving.
2. Siapkan Mental
Jurusan kedokteran dikenal memiliki proses pendidikan yang panjang dan menuntut konsistensi tinggi. Oleh karena itu, kesiapan mental menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh para pelajar yang berminat mendaftar ke jurusan ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Calon mahasiswa perlu memahami pendidikan dokter bukan perjalanan singkat. Tekanan akademik, jadwal belajar yang padat, hingga tuntutan praktik menjadi tantangan yang harus dihadapi sejak awal.
Dr. Ecie menambahkan, pihak kampus biasanya akan melakukan sesi wawancara untuk menilai aspek personal calon mahasiswa. Ia menegaskan, seorang dokter juga harus memiliki empati serta kemampuan memahami pasien.
Halaman Selanjutnya
“Menjadi dokter harus memiliki disiplin, kemampuan komunikasi, dan empati. Karena menjadi dokter itu bukan hanya soal ilmu, tapi soal bagaimana kita memperlakukan manusia,” ujar Dr. Ecie dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026.

5 days ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)