Tragis! H-10 Pernikahan, Wanita Ini Kritis Usai Ditembak Sniper Israel

3 hours ago 3

Senin, 4 Mei 2026 - 15:00 WIB

VIVA –Hari pernikahan tentu menjadi hari yang paling membahagiakan bagi setiap pasangan. Namun hal ini tak berlaku bagi Hala Salem Darwish dan calon suaminya, Mohammed Shreihi. Tepat 10 hari jelang pernikahan keduanya, Hala harus dilarikan ke rumah saki dan mendapat perawatan intensif setelah sebuah peluru dari penembak jitu Israel mengenai kepalanya.

Melansir laman Anadolu Agency, insiden ini terjadi saat Hala yang berusia 19 tahun tengah membantu keluarganya menyiapkan makanan jelang waktu berbuka. Namun di saat itu, sebuah peluru masuk melalui jendela rumahnya dan menghantam bagian belakang kiri kepalanya. Hala kemudian terjatuh di depan anggota keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tunangan Hala, Mohammed Shreihi mengatakan penempakan itu menjadi mimpi buruk bagi keduanya. Padahal pernikahan tersebut merupakan momen yang sudah lama mereka nantikan.

“Waktu itu tinggal 10 hari lagi menuju pernikahan kami.  Dalam sekejap, semuanya berubah,” ujarnya kepada Anadolu.

Ia menjelaskan bahwa peluru tersebut masih bersarang di kepala Hala dan menyebabkan kerusakan parah pada jaringan otak, sehingga kondisinya kini kritis dan belum stabil. Pihak dokter pun bisa melakukan operasi lantaran masih menunggu kondisi sang tunanan membaik.

“Dia seperti calon pengantin lainnya, penuh kebahagiaan dan harapan. Sekarang kami hanya berharap dia bisa selamat,” kata dia.

Insiden yang terjadi pada Hala saat itu juga menimbulkan memori buruk untuk keluarganya. Diungkap Salim ayah dari Hala dirinya masih terbayang insiden penembakan tersebut di benaknya.

“Kami sedang menyiapkan makanan, lalu tiba-tiba peluru Israel masuk lewat jendela dan mengenainya. Dia jatuh di depan kami. Saya tidak bisa melupakan kejadian itu,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa pernikahan Hala sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada awal Mei, hari yang sudah lama dipersiapkan keluarga, meski di tengah sulitnya kondisi perang.

Sistem kesehatan di ujung batas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Hala mencerminkan kondisi yang lebih luas di Gaza, di mana sistem kesehatan sudah berada di ambang kehancuran.

Dokter mengatakan perawatan yang dibutuhkan Hala tidak tersedia di dalam wilayah tersebut dan ia perlu segera dirujuk ke luar negeri.

Halaman Selanjutnya

Menurut perkiraan pihak Palestina, sekitar 22.000 warga yang terluka dan sakit di Gaza membutuhkan perawatan di luar wilayah itu, di tengah kekurangan obat-obatan dan peralatan medis yang sangat parah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |