Transaksi QRIS di Indonesia Fantastis

7 hours ago 2

Jumat, 17 April 2026 - 03:57 WIB

Jakarta, VIVA - Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia tetap menunjukkan tren positif, bahkan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketika berbagai negara menghadapi tekanan ekonomi, aktivitas transaksi domestik Indonesia justru tetap tumbuh, mencerminkan tingkat resiliensi yang tinggi dalam ekosistem ekonomi digital. Salah satu indikatornya terlihat pada periode Lebaran 2026, di mana terjadi aktivitas transaksi yang tetap meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, sebagai salah satu backbone industri pembayaran di Indonesia, PT Alto Network mencatat kenaikan pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tren tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Pada beberapa tahun terakhir, skala transaksi digital berkembang pesat, dengan volume transaksi mencapai ratusan juta hingga miliaran Rupiah per tahun.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan transaksi digital banking tumbuh lebih dari 20–30 persen (YoY), sementara QRIS bahkan melampaui 100 persen pada fase awal adopsi, hal ini menegaskan kontribusinya terhadap ekosistem pembayaran nasional.

Tingginya adopsi pembayaran digital di Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan signifikan transaksi QRIS yang diproses oleh Alto Network, dengan volume transaksi meningkat sebesar 89,56 persen dan nilai transaksi tumbuh 94,18 persen YoY (Maret 2025 dibandingkan Maret 2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Eksekutif Alto Network, Gretel Griselda, mengatakan bahwa meskipun kondisi global menghadirkan berbagai tantangan, ekosistem pembayaran di Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat.

“Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat trend pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Saat ini, kami memproses hingga 30 juta transaksi per hari,” ungkapnya di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ilustrasi utang.

Utang Luar Negeri RI Februari 2026 Naik Jadi US$437,9 Miliar Gegara Ini

Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 mengalami peningkatan menjadi US$437,9 miliar atau 28,9 persen terhadap PDB.

img_title

VIVA.co.id

15 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |