Jakarta, VIVA – Praktik pengelolaan kas secara manual di institusi pendidikan kian ditinggalkan. Proses konvensional seperti mencatat buku kas secara terpisah, menghitung uang tunai fisik lembar demi lembar, hingga menerbitkan kuitansi fisik kini dinilai memakan banyak waktu dan menyerap energi staf administrasi sekolah secara signifikan.
Tak hanya memicu ketidakpastian operasional, menyimpan uang tunai hasil pembayaran SPP maupun uang gedung di lingkungan sekolah juga membawa risiko keamanan tinggi. Pihak sekolah rentan menghadapi risiko salah hitung, uang selip, ditemukannya uang palsu, hingga potensi kehilangan dana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pencatatan manual satu per satu ke buku besar atau spreadsheet sangat rawan memicu ketidakcocokan data. Belum lagi kasus transfer bank manual tanpa berita acara yang jelas, yang sering kali membuat staf keuangan kesulitan mengidentifikasi pemilik dana tersebut. Di sisi lain, orang tua siswa dihadapkan pada ketidaknyamanan karena harus datang dan mengantre langsung di loket kasir sekolah pada jam kerja.
Menjawab tantangan tersebut, VP Financial and Transportation Services Finnet Indonesia(Finpay), Moch. Wasiul Hakim mengatakan adopsi teknologi finansial kini menjadi prioritas manajemen sekolah modern.
Hadirnya platform pembayaran digital terintegrasi salah satunya melalui penyedia layanan finansial Finpay (bagian dari Telkom Group) menjadi pendorong utama otomatisasi pembukuan sekolah secara real-time.
"Melalui integrasi ini, setiap transaksi pembayaran SPP yang masuk langsung tercatat otomatis ke dalam sistem kas sekolah. Pimpinan sekolah (Kepala Sekolah maupun Yayasan) serta orang tua murid dapat memantau histori transaksi secara transparan dan akurat," ujar Hakim dalam pernyataannya, Rabu, 29 Juli 2026.
Finpay lanjut Hakim menyediakan beragam saluran pembayaran (payment channel) populer, mulai dari Virtual Account (VA) berbagai bank, QRIS, e-wallet (GoPay, OVO, ShopeePay), internet banking, hingga gerai minimarket. Selain itu, fitur notifikasi otomatis via WhatsApp membantu orang tua agar tidak melewatkan jatuh tempo pembayaran tanpa perlu teguran manual yang tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sistem pembayaran ini juga dihubungkan langsung dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).
"Hal ini memudahkan validasi otomatis terkait kewajiban keuangan untuk pendaftaran ulang, pencetakan kartu ujian, hingga akses rapor siswa," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Untuk memastikan transisi dari sistem manual ke digital berjalan aman, Finpay dan manajemen sekolah menerapkan lima tahapan integrasi diantaranya, analisis Kebutuhan (Needs Analysis) berupa pemetaan jenis tagihan (SPP, seragam, uang gedung, ekskul) dan penentuan saluran pembayaran.

11 hours ago
5











