Trump Bela Diri Soal Kritik ke Paus Leo: Saya Berhak Tidak Setuju

5 hours ago 2

Jumat, 17 April 2026 - 21:00 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan pembelaan diri atas kritik yang dilontarkannya kepada Paus Leo XIV. Seperti diketahui beberapa waktu belakangan, Trump melontarkan kritik ke Paus Leo setelah pimpinan tertinggi Vatikan itu secara vokal menolak perang terhadap Iran.

Dalam pembelaan terbarunya pada Kamis waktu setempat, Trump menyebut bahwa dia tidak memiliki masalah pribadi dengan Paus Leo. Namun demikian dia memiliki hak jika tak setuju dengan pernyataan Paus Leo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump menyebut bahwa seorang pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia tidak pantas mengatakan bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir. Padahal pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan oleh Paus asal Amerika Serikat itu.

“Paus boleh mengatakan apa pun yang ia mau, dan saya ingin dia mengatakan apa pun yang ia mau, tetapi saya juga boleh tidak setuju. Saya pikir Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Jumat 17 April 2026

Saat ditanya mengenai pembelaan para uskup AS terhadap pernyataan Paus, Trump mengatakan bahwa ia mendukung Paus dalam mewartakan Injil, tidak dalam isu Iran.

“Saya ingin dia mewartakan Injil. Saya sangat mendukung Injil. Tapi saya juga tahu bahwa Anda tidak bisa membiarkan negara tertentu yang sangat keras dan berbahaya memiliki senjata nuklir. Paus boleh saja tidak setuju dengan saya soal itu, tapi tentu kita berhak punya pandangan masing-masing,” ujar suami Melania ini.

Trump belakangan meningkatkan serangannya terhadap Paus yang secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel ke Iran dan memperingatkan tentang ’kegilaan perang’. Paus juga menyuarakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan di Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden AS itu menyebut Paus “lemah” dalam isu kebijakan luar negeri dan bahkan membuat klaim kontroversial bahwa ia berperan dalam proses pengangkatannya, yang memicu kritik dari berbagai kelompok Kristen di Amerika Serikat.

Di sisi lain, pernyataan Trump juga menimbulkan ketegangan dengan Italia, setelah ia menyiratkan bahwa Washington bisa meninjau kembali komitmen pertahanannya terhadap negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Trump Ungkap Rencana Mengejutkan, Akui Ingin Hadiri Perundingan di Islamabad

Presiden AS, Donald Trump mengatakan putran kedua perundingan damai dengan Iran bisa berlangsung akhir pekan ini. Dia juga mau datang jika kesepakatan terjadi

img_title

VIVA.co.id

17 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |