Trump Bilang Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan dengan AS

6 hours ago 1

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:02 WIB

VIVA – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran sangat ingin segera mencapai kesepakatan di tengah konflik yang berlangsung. 

"Harapannya dapat segera diselesaikan, mereka (Iran) sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump kepada wartawan dikutip Jumat, 1 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan korban sipil.

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Photo :

  • REUTERS/ Stringer

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad, Pakistan, setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Keesokan harinya, kepala delegasi AS, Wakil Presiden JD Vance, menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

Delegasi AS kembali ke negaranya tanpa menghasilkan terobosan. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Pekan lalu, Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi Iran waktu mengajukan "proposal terpadu."

Diketahui, Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade Angkatan Laut AS untuk menekan Iran terkait program nuklirnya, Axios melaporkan, Rabu, 29 April 2026.

Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dapat berlangsung berbulan-bulan, menyebabkan harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang bertahan hingga Kamis, 30 April 2026.

"Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. "Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan itu akan menjadi lebih buruk bagi mereka," kata Trump. Ia mengeklaim Iran sedang mencari kesepakatan untuk mencabut blokade AS atas jalur pelayaran strategis itu.

Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz dan menunda pembahasan nuklir, dengan menegaskan bahwa tujuan utamanya tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Ia juga mengatakan ketidakmampuan mengekspor minyak telah membuat infrastruktur Iran "hampir meledak."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Superyacht milik Taipan Rusia Alexey Mordashov melintasi Selat Hormuz

Trump diperkirakan akan menerima pengarahan pada hari Kamis tentang rencana baru untuk potensi aksi militer di Iran dari Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS, menurut dua sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Axios.

Halaman Selanjutnya

Dengan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat yang terhenti setelah beberapa kali gagal, Trump berbicara melalui telepon pada hari Rabu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memperingatkannya tentang "konsekuensi yang merusak" jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan perang mereka terhadap Iran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |