Trump Ngamuk ke Netanyahu: Semua Orang Membenci Anda!

1 week ago 14

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:00 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan marah dengan melontarkan kata-kata kasar kepada kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu dalam percakapan telepon mereka pada Senin, 1 Juni 2026, ungkap Axios mengutip sejumlah sumber.

"Anda pasti sudah ada di penjara kalau bukan karena saya. Semua orang sekarang membenci Anda. Semua orang membenci Israel karena hal ini," kata Trump kepada Netanyahu, merujuk proses hukum pidana terhadap Netanyahu, sebut salah seorang sumber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PM Israel, Benjamin Netanyahu

Photo :

  • REUTERS/Brian Snyder/File Photo

Menurut Axios, Trump menyadari meningkatnya serangan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir, tetapi dia menilai respons Tel Aviv sebagai eskalasi yang tidak proporsional.

Pembicaraan pertama secara langsung antara duta besar Lebanon dan Israel berlangsung di Washington pada 16 April.

Setelah pembicaraan tersebut, Trump mengumumkan ada kesepakatan gencatan senjata di antara Lebanon dan Israel. Namun, meski telah ada kesepakatan resmi, Israel terus melancarkan serangan harian terhadap puluhan pemukiman di Lebanon selatan dan tetap mengendalikan tembakan di beberapa pemukiman perbatasan.

Sebagai tanggapan, kelompok Hizbullah pun melakukan operasi militer melawan pasukan Israel.

Sementara itu, Senin, 1 Juni 2026, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran akan menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan terhadap Israel, jika terus melakukan aksi permusuhan di Lebanon.

Sejumlah sumber mengatakan kepada Axios bahwa Trump menyebut Netanyahu "gila" dan menggunakan kata-kata umpatan saat Trump membentak Netanyahu.

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, telah sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain.

Di platform Truth Social, Trump mengatakan dia telah melakukan “panggilan telepon yang sangat produktif" dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan menerima jaminan bahwa Tel Aviv tidak akan mengirim pasukan ke Beirut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan," kata Trump.

Presiden AS itu mengatakan bahwa melalui perantara senior, ia telah berkomunikasi dengan Hizbullah dan mendapatkan komitmen mereka untuk menghentikan permusuhan.

Halaman Selanjutnya

"Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," ujar Trump.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |