Trump Tegaskan Kesepakatan AS dengan Iran Akan Difinalisasi

3 weeks ago 13

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran "sebagian besar telah dinegosiasikan" dan akan segera dilakukan finalisasi.

"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," kata Trump melalui platform Truth Social, dikutip Minggu, 24 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump mengatakan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi "yang sangat baik" dengan sejumlah pemimpin kawasan.

Ia mengaku juga sudah berkomunikasi via telepon dengan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu.

"Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan tersebut saat ini tengah didiskusikan dan akan diumumkan dalam waktu dekat," kata dia.

"Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," ucap Trump.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Islamabad terkait pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei pada Jumat menyatakan, pihaknya tidak mencari “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat (AS).

Dia menegaskan bahwa Teheran hanya menginginkan hak-haknya dipulihkan, serta pencabutan sanksi.

“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata Esmaeil sebagaimana dikutip dari Tasnim, Sabtu, 23 Mei 2026.

Baghaei mengatakan, Iran menuntut “penghentian tindakan kriminal Amerika terhadap rakyat Iran.”

“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” ujarnya.

Selama lima dekade terakhir, Baghei menegaskan bahwa pemerintah Iran telah menghadapi apa yang AS sebut sebagai ‘sanksi yang melumpuhkan’.

Dia menyebut, sanksi tersebut dijatuhkan dengan berbagai alasan, terutama terkait apa yang disebut Washington sebagai ancaman nuklir Iran.

“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” ujarnya.

Baghaei juga menyinggung perkembangan terkait Selat Hormuz, dengan mengkritik blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai tindakan yang “sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi perang AS-Iran.

Dia pun meminta Washington mengambil langkah untuk mengakhiri blokade tersebut.

Halaman Selanjutnya

Ketegangan kawasan tetap tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz. (Ant)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |