Tubuh Ternyata Sudah Memberi Sinyal, Ini 7 Tanda Prediabetes yang Sering Tak Disadari

4 weeks ago 9

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:25 WIB

VIVA Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah seseorang sudah berada di atas batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Meski terdengar tidak terlalu mengkhawatirkan, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. 

Tanpa penanganan yang tepat, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang berisiko memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kerusakan saraf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami prediabetes. Alasannya sederhana, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, mengenali tanda prediabetes sejak dini menjadi langkah penting agar Anda dapat segera melakukan perubahan gaya hidup dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

Melansir dari Mayo Clinic, Sabtu, 18 Juli 2026, berikut beberapa tanda prediabetes yang perlu Anda waspadai.

1. Kulit Menggelap di Area Lipatan Tubuh

Salah satu tanda prediabetes yang cukup khas adalah munculnya area kulit yang menggelap, terutama di leher, ketiak, siku, lutut, atau selangkangan. Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans.

Kulit yang menghitam biasanya juga terasa lebih tebal dan bertekstur seperti beludru. Kondisi tersebut berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu ketika tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara optimal.

2. Mudah Merasa Lelah

Jika Anda sering merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat, kondisi ini juga patut diwaspadai. Saat tubuh mengalami resistensi insulin, glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi. Akibatnya, sel tubuh kekurangan energi sehingga tubuh terasa lemas, lesu, dan mudah lelah sepanjang hari.

3. Lebih Sering Haus

Rasa haus yang muncul lebih sering dari biasanya juga bisa menjadi salah satu tanda prediabetes. Ketika kadar gula darah mulai meningkat, tubuh akan berusaha menyeimbangkan kondisi tersebut dengan menarik lebih banyak cairan. Akibatnya, Anda akan merasa lebih cepat haus meskipun sudah cukup minum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Sering buang air kecil, terutama pada malam hari, juga perlu diperhatikan. Saat kadar gula darah meningkat, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Proses tersebut membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga frekuensi buang air kecil ikut meningkat.

Halaman Selanjutnya

5. Penglihatan Mulai Kabur

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |