VIVA –Nama mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan di media sosial. Kali ini, perhatian publik tertuju pada uang rupiah yang telah dibubuhi tanda tangannya.
Di media sosial, bahkan muncul ajakan untuk berburu uang rupiah bertanda tangan Purbaya. Uang tersebut disebut-sebut berpotensi menjadi barang incaran para kolektor karena dianggap memiliki nilai tersendiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Guys emang iya uang 100.000 tanda tangan pak Purbaya bakal jadi uang yang dicari collector," kata salah satu pengguna Threads @h0anggday dikutip dari akun Instagram @lambeturah, Selasa 22 September 2026.
Bahkan beberapa lainnya mengajak pengguna media sosial untuk mengecek uang pecahan Rp 100.000 di dompet mereka masing-masing.
"Cek dompet kalian barang kali megang uang rupiah tanda tangannya Purbaya. Bisa jadi bakal jadi barang kolektor tuh tahun ini udah ganti lagi tanda tangannya," komentar lainnya.
Sebagaimana diketahui, tanda tangan Menteri keuangan pada uang Rupiah modern pertama kali dirilis secara resmi pada tanggal 17 Agustus 20214 tepat saat peringatan HUT ke-69 RI.
Uang pertama yang memuat tanda tangan tersebut adalah uang kertas pecahan Rp100.000 Tahun Emisi 2014 (yang dikenal sebagai uang NKRI), yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan saat itu, Chatib Basri, bersama Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.
Kebijakan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Undang-undang tersebut mewajibkan uang Rupiah memuat tanda tangan perwakilan pemerintah (Menteri Keuangan) dan Bank Indonesia sebagai simbol kedaulatan negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menkeu saat itu, M Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang NKRI pada dasarnya dimaksudkan agar masyarakat lebih paham tentang arti uang demi kesatuan Indonesia. Ini terlihat dari tanda tangan Menkeu dalam uang tersebut. Dalam uang yang beredar saat ini, selain Gubernur BI, terdapat tanda tangan Deputi Gubernur BI.
"Kalau yang ini uang kita karena BI independen. Dia diterbitkan oleh BI, tapi bukan negara. Sekarang ini negara, makanya kita sebut uang NKRI. Pemerintah diwakili oleh Menkeu, BI oleh Gubernur BI. Ini walaupun kesannya seperti simbol tapi ini adalah uang negara dengan begitu maka kita itu kita punya kedaulatan," jelas Chatib di Gedung BI, Kamis 15 Agustus 2014.
Halaman Selanjutnya
Purbaya Direshuffle, Digantikan Wakilnya

15 hours ago
1





















