Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:10 WIB
VIVA – Seorang pria bernama Femas asal Madiun tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Femas ramai diperbicangkan usai diduga kabur saat mengikuti open trip ke Korea Selatan.
Kabar ini pertama kali ramai di Threads usai dibagikan oleh @sarjanabackpacker pada Kamis 16 Juli 2026. Insiden ini bermula saat Femas meminta izin ingin berkeliling ke daerah Myeongdong untuk mencari sepatu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"PESERTA TOUR KAMI KABUR. Femas asal Madiun. Semuanya terlihat normal. Sampai malam itu.. beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Todak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon," demikian dikutip Sabtu 18 Juli 2026.
Pihak tour yang membawa peserta tersebut sempat menghubungi dan mencari Femas ke Myeongdong selama berhari-hari. Tak hanya itu saja, pihaknya juga sempat melapor ke pihak kepolisian, namun tidak menemukan hasil.
"Tidak pernah memberi kabar, seolah-olah semuanya sudah direncanakan. Selama berhari-hari.. Tour Leader mencari, menghubungi berkali-kali, menyisir lokasi terakhir. Melapor ke pihak berwenang di Korea, tetapi hasilnya nihil," tulis akun tersebut.
Tindakan Femas ini berdampak cukup serius termasuk harus menghadapi risiko denda.
"Orang yang pergi mungkin bisa mencari kehidupan baru. Tapi yang ditinggalkan... adalah masalah besar yang harus kami tanggung. Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami yang harus menghadapi risiko denda dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya," tulis akun itu.
Viral kasus dugaan WNI kabur saat open trip ke Korea Selatan
Photo :
- Tangkapan layar Thread sarjanabackpacker
Sang pemilik akun juga mengaku harus melakukan tindakan ini karena ingin yang bersangkutan bertanggung jawab atas tindakannya.
"Dengan sangat terpaksa kami mempublikasikan ini, bukan untuk mempermalukan, bukan untuk menghakimi. Tapi karena kami ingin beliau bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. Kalau ada yang mengenal beliau, mohon sampaikan pesan dari kami 'Pulanglah ke Indonesia. Hadapi masalah ini dengan baik, jangan biarkan begitu banyak orang menanggung akibat dari keputusanmu'. Satu keputusanmu bisa menghancurkan perjuangan bertahun-tahun yang kami bangun," demikian unggahan itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sempat Sambangi Orang Tua Femas
Sang pemilik akun juga mengaku sempat mendatangi langsung kediaman Femas di Desa Bantengan Kecamatan Wungu, madiun. Namun sayangnya pihaknya tidak mendapatkan hasil. Saat itu orang tua Femas mengaku tidak mengetahui masalah tersebut.
Halaman Selanjutnya
"Kami datang dengan baik-baik, tidak ada bentakan, tidak ada ancaman. Kami hanya ingin mencari jalan keluar. Namun sejak awal.. Jawaban yang kami terima hanyalah 'saya tidak tahu' ditanya lagi 'saya tidak tahu' ditanya lebih dalam 'saya juga tidak tau'," tulis sang pemilik akun.

4 weeks ago
8
















