JAKARTA, VIVA – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mendata sebanyak 1.538 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026.
"Jumlah kasus DBD hingga 30 Juli 2026 di Jakarta Barat mencapai 1.538 kasus," ungkap Kasudinkes Jakbar, Sahruna saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengimbau seluruh Puskesmas di wilayah Jakarta Barat untuk meningkatkan pengawasan rutin terhadap jumlah kasus baru serta pola penyebarannya di lapangan.
Selain itu, Di samping itu, penanganan responsif langsung dijalankan lewat Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan pengoptimalan gerakan PSN 3M Plus.
"Puskesmas gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik DBD di lingkungan pemukiman yang dibarengi dengan peningkatan promosi kesehatan tentang bahaya DBD secara luas,” kata dia.
Sahruna menegaskan bahwa keberhasilan penanganan DBD sangat bergantung pada deteksi dini jentik nyamuk yang didasari oleh kepedulian masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan peran serta aktif masyarakat secara mandiri sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumah masing-masing,” pungkasnya.
(kmr)
Anak hingga Dewasa Berisiko Kena DBD, Ketahui Tanda-tandanya!
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit menular yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia. Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.
VIVA.co.id
21 Juni 2026

6 hours ago
1











