Waspada! Ganti Mesin Mobil Ternyata Bisa Picu Masalah Mekanis

14 hours ago 3

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Engine swap atau penggantian mesin memang sering dilakukan untuk menghidupkan kembali mobil lawas atau meningkatkan performa.

Namun, proses ini tidak selalu berjalan mulus. Bahkan, sejumlah pemilik mobil melaporkan munculnya masalah mekanis yang tidak terduga setelah mesin baru dipasang, meski pekerjaan dilakukan dengan benar.

Ilustrasi mengecek atau memeriksa mesin mobil

Masalah ini bukan hanya soal performa, tetapi juga bisa berupa kebocoran cairan yang aneh, lampu “check engine” menyala, hingga sistem elektronik yang tidak sinkron. Penyebabnya sering kali berasal dari detail kecil yang terlewat saat pemasangan mesin.

Masalah Umum Setelah Engine Swap

1. Kebocoran Cairan dengan Warna Aneh

Setelah mesin diganti, kebocoran cairan sering terjadi karena sambungan atau segel yang tidak rapat. Dalam beberapa kasus, cairan yang menetes berwarna merah muda atau kemerahan, membuat pemilik bingung apakah itu oli, cairan transmisi, atau pendingin (coolant).

Hal itu bisa terjadi karena campuran cairan dari sistem yang berbeda akibat sambungan yang tidak tepat atau gasket yang bocor.

2. Lampu “Check Engine” Menyala

Mesin modern bergantung pada sensor dan sistem komputer (ECU) untuk beroperasi. Setelah swap, lampu “check engine” bisa menyala jika ada kabel yang tidak terhubung atau sensor yang tidak kompatibel. Ini menandakan ada masalah dalam komunikasi antara mesin dan ECU, yang bisa memengaruhi performa.

3. Masalah Kelistrikan dan Komputer

Tidak hanya komponen mekanis, masalah juga sering muncul pada sistem kelistrikan. Perbedaan konfigurasi kabel, sensor, atau modul ECU antara mesin lama dan mesin baru bisa menyebabkan fungsi mesin tidak bekerja optimal.

Dalam beberapa kasus, diperlukan pemeriksaan diagnostik khusus untuk mengidentifikasi sumber masalah.

Masalah setelah engine swap biasanya muncul karena hal-hal kecil yang terlewat, misalnya:

- Gasket atau segel lama yang dipasang ulang tanpa diganti baru

- Sensor atau konektor kabel tidak kompatibel antara mesin lama dan baru

- ECU tidak diprogram ulang setelah pemasangan mesin baru

- Komponen tambahan tidak dipasang dengan benar, memengaruhi aliran cairan atau tekanan sistem

Mesin memiliki konfigurasi unik, sehingga perbedaan kecil saja bisa berdampak besar pada kinerja dan kondisi kendaraan setelah swap.

Halaman Selanjutnya

Engine swap memang bisa menjadi solusi untuk memperpanjang umur mobil atau meningkatkan performa. Namun, proses ini lebih kompleks dari sekadar memasang mesin baru. Tanpa perhatian pada detail, pemilik bisa menghadapi masalah aneh yang mengganggu, mulai dari kebocoran cairan hingga sistem elektronik yang tidak sinkron.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |