13 Negara Ramaikan GIC 2026, Indra Sjafrie: Pengalaman Internasional Sangat Berharga untuk Pemain Muda

1 hour ago 1

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:54 WIB

VIVA – Turnamen sepak bola usia muda Garuda International Cup (GIC) 2026 akan digelar di ASIOP Training Ground (ATG) dan AYO Arena, Sentul pada 19-23 Agustus 2026.

Memasuki edisi keenam, GIC tahun ini bakal diikuti 13 negara dan menghadirkan lima kategori usia, termasuk kategori baru U-15 Girls. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 13 negara yang ambil bagian dalam GIC 2026 adalah Indonesia, Jepang, China, Sri Lanka, Pakistan, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Kamboja, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan GIC sejak pertama kali digelar pada 2015.

Project Director GIC, Wahyu Budiarto, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan perkembangan signifikan turnamen yang setiap tahun terus menarik minat akademi sepak bola dari berbagai negara di Asia.

"GIC tahun ini dipastikan semakin meriah karena negara peserta bertambah menjadi 13. Ada tiga negara yang baru pertama kali berpartisipasi, yaitu Vietnam, Laos, dan Sri Lanka," ujar Wahyu Budiarto dalam konferensi pers GIC 2026 di Cibinong, Rabu 12 Agustus 2026.

Selain bertambahnya negara peserta, GIC 2026 juga menghadirkan kategori baru U-15 Girls. Dengan demikian, turnamen tahun ini mempertandingkan lima kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17.

Menurut Wahyu, penyelenggaraan GIC 2026 dipusatkan di dua venue, yakni ASIOP Training Ground dan AYO Arena di Sentul. Sejumlah akademi dari klub-klub Asia dipastikan ikut berpartisipasi, di antaranya Shonan Bellmare (Jepang), Zhejiang FC (China), PT Prachuap (Thailand), PVF (Vietnam), Boung Ket FC (Kamboja), hingga akademi Indonesia seperti ASIOP, Persib, dan Bali United.

Wahyu juga menyebut GIC 2026 berpeluang dihadiri pelatih dan pemandu bakat PSSI untuk memantau perkembangan pemain muda yang tampil selama turnamen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu,  mantan Pelatih Timnas Indonesia U-23, yang juga Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafrie menilai keberadaan kompetisi internasional usia muda seperti GIC memberikan pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia karena mereka dapat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.

"GIC ini sangat penting karena anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain dari negara lain. Mereka belajar bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang mental bertanding, disiplin, keberanian, dan bagaimana menghargai lawan," kata Indra Sjafrie.

Halaman Selanjutnya

Ia berharap semakin banyak turnamen berkualitas yang bisa diikuti pemain-pemain Indonesia agar proses pembinaan berlangsung secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |