Jakarta, VIVA – PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan terdapat dua kapal miliknya yang masih terjebak di dalam area teluk Selat Hormuz, yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.
Merespons hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PIS di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil di Jakarta, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.
Pertamina pun telah memastikan keselamatan awak kapal di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah. Dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz dan tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.
“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” ucap Bahlil.
Diketahui, PIS pada Senin (2/3) mengungkapkan terdapat empat kapal yang berada di area Timur Tengah, yakni kapal Gamsunoro sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak; kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; kapal PIS Rinjani, saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE; serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.
“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita. (Ant)
Redam Dampak Konflik Global ke Aset Kripto, Disiplin Manajemen Risiko Jadi Kunci
Memanasnya Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak ketegangan AS-Israel ke Iran meluas dengan penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis distribusi global.
VIVA.co.id
5 Maret 2026

6 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
