25 Orang Tewas Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS

3 hours ago 1

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:30 WIB

Washington, VIVA – Sedikitnya 25 kematian dilaporkan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat, dari Deep South, Midwest dan Pesisir Timur. Menurut laporan saluran berita NBC, Minggu, 22 di antara kematian tersebut tercatat di New Jersey.

Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengatakan jumlah kematian terkait panas di negara bagian timur laut tersebut meningkat dari 19 menjadi 22 pada Sabtu 4 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, satu kematian terkait panas tercatat di Illinois dan dua di Mississippi.

ABC melaporkan bahwa suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, memecahkan rekor yang ditetapkan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Cuaca panas ekstrem dan badai memengaruhi stabilitas jaringan listrik di beberapa negara bagian AS.

Di New York, suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius) pada Kamis 2 Juli, hingga menyebabkan aspal meleleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa kota lain di wilayah Pesisir Timur membatalkan atau menjadwal ulang acara peringatan Hari Kemerdekaan.

Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas dan badai petir musim panas. (Ant)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

AS Peringati 250 Tahun Hari Kemerdekaan, Trump Banggakan Negaranya: Tidak Ada yang Bisa Seperti Kita

Amerika Serikat (AS) pada Sabtu 4 Juli memperingati 250 tahun kemerdekaannya dengan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa negaranya unggul dalam kekuatan bidang apapun.

img_title

VIVA.co.id

5 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |