Jakarta, VIVA – Dongkrak menjadi salah satu peralatan penting yang dimiliki pemilik mobil. Alat ini biasa digunakan saat mengganti ban, melakukan pemeriksaan kaki-kaki, hingga perawatan ringan di rumah.
Namun, penggunaan dongkrak ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Kesalahan kecil saat mendongkrak mobil berpotensi menimbulkan kerusakan pada kendaraan, bahkan membahayakan keselamatan pengguna. Berikut empat kesalahan yang masih sering dilakukan saat menggunakan dongkrak mobil, disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Sabtu 13 Juni 2026:
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Mengabaikan batas beban dongkrak
Setiap dongkrak memiliki kapasitas angkat yang berbeda. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memastikan kapasitas dongkrak sesuai dengan bobot mobil yang akan diangkat.
Menggunakan dongkrak di luar batas kemampuannya dapat meningkatkan risiko alat gagal bekerja atau kehilangan kemampuan menopang kendaraan.
Selain bobot mobil, pemilik kendaraan juga sebaiknya memperhatikan barang bawaan di dalam kabin maupun bagasi. Muatan berlebih dapat menambah beban kendaraan dan memengaruhi kestabilan saat didongkrak.
2. Salah menempatkan titik dongkrak
Tidak semua bagian bawah mobil dirancang untuk menerima beban dari dongkrak. Setiap kendaraan memiliki titik angkat atau jack point yang telah ditentukan pabrikan.
Apabila dongkrak ditempatkan di lokasi yang salah, bukan hanya mobil menjadi tidak stabil, tetapi juga berisiko merusak sasis atau komponen bawah kendaraan. Informasi mengenai titik dongkrak umumnya dapat ditemukan pada buku manual kendaraan.
3. Tidak menggunakan penyangga tambahan
Banyak orang menganggap dongkrak hidrolik sudah cukup untuk menopang mobil dalam waktu lama. Padahal, dongkrak pada dasarnya dirancang untuk mengangkat kendaraan, bukan menjadi penyangga utama.
Jika harus bekerja di bawah mobil, penggunaan jack stand atau penyangga tambahan sangat disarankan demi keamanan. Setelah mobil terangkat, letakkan penyangga di titik yang tepat sebelum melakukan pekerjaan.
4. Mendongkrak mobil di permukaan yang tidak rata
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Permukaan tanah yang miring, berpasir, berlumpur, atau tidak rata dapat membuat dongkrak kehilangan kestabilan. Kondisi ini meningkatkan risiko kendaraan bergeser atau terjatuh saat proses perbaikan berlangsung.
Karena itu, mendongkrak mobil sebaiknya dilakukan di permukaan datar dan keras. Selain itu, penggunaan pengganjal roda juga dapat membantu mencegah kendaraan bergerak.
Pabrikan Mobil China Bikin Ferrari Kebakaran Jenggot
Persaingan industri otomotif global semakin memanas, terutama setelah merek-merek mobil asal China mulai berani menantang dominasi pabrikan Eropa dari sisi desain.
VIVA.co.id
13 Juni 2026

2 hours ago
2















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)