VIVA –Depresi ternyata bisa terjadi dimana saja termasuk di lingkungan kerja. Namun sayangnya, masih banyak pekerja yang abai akan kondisi Kesehatan mental.
Padahal Depresi diketahui dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan fisik hingga sekitar 20%, serta mengurangi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi sekitar 35 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, bagaimana cara mengenali tanda-tanda depresi pada diri sendiri, rekan kerja, karyawan, atau bahkan atasan? Berikut lima tanda yang paling umum seperti melansir laman thesohocenter, Minggu 28 Juni 2026.
1. Sering Menangis di Tempat Kerja
Setiap orang pasti pernah mengalami masa berduka, misalnya karena kehilangan orang yang dicintai akibat meninggal dunia, perceraian, atau perpisahan lainnya. Rasa duka bisa berlangsung cukup lama, tetapi selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut belum tentu termasuk depresi.
Orang yang sedang berduka mungkin sesekali menangis di tempat kerja sebagai bagian dari proses menerima kehilangan. Namun, jika Anda atau rekan kerja sering menangis di kantor karena frustrasi, tekanan pekerjaan, atau menjadi korban perundungan (bullying), hal tersebut bisa menjadi tanda depresi.
Lingkungan kerja yang buruk, manajemen yang tidak sehat, target yang tidak jelas atau tidak adil, tekanan kerja yang tinggi, hingga beban kerja berlebihan dapat memicu depresi, bahkan pada orang yang sebelumnya sehat secara mental.
2. Sering Terlambat Menyelesaikan Pekerjaan
Jika Anda atau rekan kerja terus-menerus melewatkan tenggat waktu, penyebabnya belum tentu karena malas atau tidak mampu mengatur pekerjaan.
Depresi dapat mengganggu fungsi kognitif, seperti kemampuan berkonsentrasi, mengingat, dan mengambil keputusan. Akibatnya, seseorang akan lebih sulit menyelesaikan tugas, terutama pekerjaan yang rumit atau membutuhkan fokus tinggi.
Sesekali terlambat menyelesaikan pekerjaan atau meminta perpanjangan waktu merupakan hal yang wajar. Namun, jika hal tersebut terjadi terus-menerus, depresi bisa menjadi penyebab yang mendasarinya.
3. Menarik Diri dari Rekan Kerja
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banyak perusahaan mengandalkan kerja sama tim untuk menyelesaikan berbagai tugas. Agar tujuan tercapai, setiap anggota tim perlu berkontribusi.
Jika ada rekan kerja yang mulai menarik diri, jarang berinteraksi, atau tidak lagi berpartisipasi dalam pekerjaan tim, hal itu bisa menjadi salah satu tanda depresi.
Halaman Selanjutnya
Begitu juga jika Anda merasa lebih sering menghindari rekan kerja, enggan mengikuti diskusi, atau memilih bekerja sendiri tanpa alasan yang jelas. Perubahan perilaku ini patut diwaspadai.

2 weeks ago
5











