Rabu, 4 Maret 2026 - 12:50 WIB
Iran, VIVA – Putra dari Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Hosseini Khamenei dikabarkan terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh sejumlah media Israel.
Menurut laporan tersebut, ia ditetapkan sebagai penerus oleh Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts), lembaga yang memang memiliki kewenangan untuk memilih Pemimpin Tertinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas siapakah sosok putra Ali Khamenei yang ditunjuk menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi Iran? Melansir laman NDTV, Rabu 4 Maret 2026, berikut ini 10 fakta menarik tentangnya.
1. Silsilah Keluarga
Mojtaba lahir di Mashhad pada tahun 1969 dan merupakan anak kedua dari Ali Khamenei. Ia memiliki lima saudara kandung. Masa kecilnya berjalan bersamaan dengan naiknya ayahnya sebagai ulama terkemuka yang menentang Mohammad Reza Pahlavi, mantan Shah Iran. Revolusi Islam 1979 mengubah nasib keluarga ini dan menempatkan mereka di pusat kekuasaan negara baru.
2. Riwayat Pendidikan
Setelah pindah ke Tehran, Mojtaba menempuh pendidikan di SMA Alavi, yang terkenal sebagai sekolah bagi anak-anak orang dalam rezim. Ia kemudian melanjutkan studi agama di Qom di bawah bimbingan ulama konservatif.
3. Belum Punya Gelar Ayatollah
Meski telah bertahun-tahun belajar di pesantren, ia belum mencapai derajat ayatollah. Hal ini menjadi topik perdebatan di kalangan ulama senior, karena secara konstitusional Pemimpin Tertinggi diharapkan memiliki kedudukan agama yang tinggi.
4. Terlibat dalam Perang Iran-Irak
Saat Perang Iran-Irak, Mojtaba bertugas di Batalyon Habib dan membangun jaringan dengan tokoh-tokoh yang kemudian menanjak di lingkaran keamanan dan intelijen Iran. Meskipun ia tidak pernah menjabat posisi resmi atau dipilih melalui pemilu, orang-orang dekat rezim lama menyebutnya sebagai “penjaga gerbang” di Kantor Pemimpin Tertinggi, peran yang sering dibandingkan dengan peran ulama Ahmad Khomeini untuk Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ruhollah Khomeini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Pengaruhnya di Lingkungan Politik Iran
Banyak analis menilai pengaruhnya berasal dari hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, yang menjadi kekuatan kunci dalam ekonomi politik dan kebijakan keamanan Iran. Pada 2019, Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadapnya, menuduh bahwa Ali Khamenei mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada Mojtaba, yang bertindak dalam kapasitas resmi tanpa pertanggungjawaban publik.
Halaman Selanjutnya
Politikus reformis dan pemerintah asing menuduhnya ikut memengaruhi proses pemilu dan mendukung tindakan keamanan yang keras, tuduhan yang selalu dibantah pihak berwenang Iran.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
