Jakarta, VIVA – Banyak pemilik sepeda motor hanya melihat kondisi ban secara kasat mata sebelum berkendara. Selama alurnya masih terlihat dan belum botak, ban dianggap masih aman digunakan, padahal ada indikator lain yang justru menjadi penentu apakah ban masih layak dipakai atau sudah harus diganti.
Indikator tersebut adalah Tread Wear Indicator (TWI), sebuah tanda kecil yang terdapat pada ban motor modern. Meski ukurannya kecil, fungsinya sangat penting karena menunjukkan batas minimum keausan ban sesuai standar keselamatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
TWI biasanya berupa tonjolan kecil yang berada di dalam alur ban. Posisinya dapat ditemukan dengan melihat tanda segitiga atau tulisan "TWI" pada dinding ban yang mengarah ke lokasi indikator tersebut.
Saat permukaan tapak ban sudah sejajar dengan tonjolan TWI, artinya ketebalan ban telah mencapai batas aman pemakaian. Pada kondisi itu, ban sebaiknya segera diganti karena kemampuan mencengkeram permukaan jalan sudah jauh menurun.
Ban yang aus tidak hanya membuat motor kurang nyaman dikendarai, tetapi juga meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat melintasi jalan basah. Alur ban yang semakin tipis membuat proses pembuangan air menjadi tidak maksimal sehingga daya cengkeram terhadap aspal ikut berkurang.
Selain memperhatikan TWI, pengendara juga perlu memeriksa kondisi fisik ban secara menyeluruh. Retakan halus pada permukaan karet bisa menjadi tanda bahwa usia ban sudah cukup lama dan elastisitasnya mulai menurun.
Gejala lain yang patut diwaspadai adalah motor terasa limbung ketika menikung atau muncul getaran yang tidak biasa saat melaju. Jika tekanan angin, velg, dan suspensi dipastikan normal, penyebabnya bisa berasal dari ban yang mulai aus atau mengalami perubahan bentuk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keausan yang tidak merata juga menjadi sinyal bahwa ban perlu mendapat perhatian. Kondisi ini bisa terjadi akibat tekanan angin yang tidak sesuai, beban kendaraan, gaya berkendara, maupun masalah pada sistem kaki-kaki motor.
Tak sedikit pula pengendara yang terus menggunakan ban karena merasa masih bisa ditambal. Padahal jika ban sudah terlalu sering bocor atau berulang kali ditambal, struktur karetnya kemungkinan telah melemah sehingga kemampuan menahan tekanan angin tidak lagi optimal.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, pemeriksaan ban sebaiknya dilakukan secara berkala dan tidak menunggu hingga kondisinya benar-benar botak. Mengganti ban tepat waktu merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

3 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


