VIVA – Timnas Jerman menelan kekalahan mengejutkan dari Ekuador pada laga terakhir fase grup Piala Dunia. Hasil 1-2 itu memang tidak menggagalkan langkah Der Panzer ke fase gugur, namun memunculkan perbedaan pandangan yang mencolok antara pelatih Julian Nagelsmann dan para pemainnya.
Jerman sebenarnya tampil meyakinkan sejak menit awal pertandingan. Leroy Sane langsung membawa timnya unggul cepat hanya dua menit setelah laga dimulai melalui penyelesaian yang tak mampu dibendung kiper Ekuador.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gol tersebut sempat memicu protes keras kubu Ekuador. Mereka menilai telah terjadi pelanggaran Alexandar Pavlovic terhadap Pedro Vite sebelum proses gol, namun wasit memutuskan tetap mengesahkan gol tersebut.
Ekuador tidak kehilangan fokus meski sempat tertinggal lebih dahulu. Nilson Angulo berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, lalu Gonzalo Plata memastikan kemenangan timnya lewat gol pada babak kedua.
Kemenangan itu menjadi hasil yang sangat penting bagi wakil Amerika Selatan tersebut. Tambahan tiga poin memastikan Ekuador lolos ke babak 32 besar dan membuka peluang menghadapi Inggris di fase berikutnya.
Sementara itu, Jerman sebenarnya sudah memastikan status sebagai juara grup sebelum pertandingan dimulai. Kemenangan atas Curaçao dan Pantai Gading pada dua laga sebelumnya membuat pertandingan melawan Ekuador tidak lagi menentukan nasib mereka.
Meski demikian, Julian Nagelsmann tetap menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Pelatih berusia 39 tahun itu hanya melakukan dua pergantian yang bersifat terpaksa karena kondisi skuad.
Usai pertandingan, muncul anggapan bahwa para pemain Jerman tidak memiliki motivasi sebesar Ekuador yang masih membutuhkan kemenangan. Pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Nagelsmann.
"Tidak, tolong hentikan omong kosong ini, sungguh. Bukankah para pemain sudah memberikan yang terbaik hari ini?," ujar Nagelsmann dikutip dari Metro.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nagelsmann tetap menilai anak asuhnya telah menunjukkan komitmen sepanjang pertandingan. Menurutnya, perbedaan hasil lebih disebabkan keberanian Ekuador mengambil risiko di lapangan.
"Mereka [Ekuador] mengambil sedikit lebih banyak risiko dalam banyak aksi. Tentu saja, kami melakukan pergantian pemain yang berbeda daripada yang akan kami lakukan jika kami benar-benar membutuhkan gol lain. Tetapi saya tidak bisa mengatakan ada pemain yang tidak memberikan yang terbaik. Itu terlalu sederhana bagi saya," ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Namun, pandangan sang pelatih ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan isi ruang ganti Jerman. Sejumlah pemain justru mengakui bahwa Ekuador tampil dengan determinasi yang lebih tinggi sepanjang pertandingan.

4 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


