Bandung, VIVA – Harapan agar wajah YTR (29) kembali pulih sepenuhnya setelah menjadi korban dugaan penyekapan dan penyiksaan ternyata bukan perkara mudah.
Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memperkirakan kondisi wajah korban akan sulit kembali seperti semula meski nantinya menjalani serangkaian operasi rekonstruksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama RSHS Bandung Rachim Dinata Marsidi mengatakan, luka paling berat yang dialami Yuvita berada di area wajah. Karena tingkat kerusakannya cukup kompleks, proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," tuturnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Rachim, operasi yang akan dijalani korban bukan bertujuan untuk kepentingan estetika, melainkan memulihkan fungsi dan bentuk wajah agar sedekat mungkin dengan kondisi sebelum mengalami kekerasan.
Ia menjelaskan, rekonstruksi akan dilakukan secara bertahap dengan estimasi waktu lebih dari tiga bulan. Penanganan akan difokuskan pada sejumlah bagian wajah yang mengalami cedera serius, mulai dari mulut, hidung hingga pipi.
"Kurang lebih lebih dari 3 bulan, kami akan eh, bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi ya," kata dia.
Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, RSHS membentuk tim khusus yang beranggotakan 40 tenaga medis dari berbagai disiplin ilmu. Mereka terdiri atas dokter penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater, ahli gizi, serta tenaga kesehatan lainnya.
"Hasan Sadikin sudah membentuk 40 orang tim untuk menangani ibu (YTR) ini," katanya.
Sebelum operasi rekonstruksi dilakukan, tim medis masih berfokus menangani infeksi di bagian kepala korban. Selama proses tersebut, rumah sakit memutuskan membatasi kunjungan agar kondisi korban tetap steril dan tidak terpapar infeksi baru yang dapat menghambat tindakan operasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Karena yang datang nanti akan membawa kuman. Sehingga kami tidak bisa melakukan rekonstruksi nanti oleh teman sejawat kami dari bedah plastik. Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," ujarnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, pelarian Taufik Hidayat (30), pria yang diduga menyekap dan menyiksa kekasihnya sendiri selama tiga tahun di Bandung, akhirnya terhenti.
Halaman Selanjutnya
Setelah menjadi buronan dan diburu tim gabungan Polda Jawa Barat, tersangka berhasil diringkus polisi. Penangkapan ini menjadi titik penting dalam pengusutan kasus yang belakangan menyita perhatian publik.

4 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


