Ahmad Muzani: RI Bisa Kapan Saja Keluar dari Board of Peace, Asal...

6 days ago 4

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan Indonesia bisa kapan saja memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Keanggotaan Indonesia di dalam Board of Peace pun sudah sering kali dibicarakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Muzani merespons serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) selaku inisiator Board of Peace terhadap Iran

"Bagi Indonesia, masuk dan keluar Board of Peace adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden," kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2026.

Meski bebas memutuskan kapan keluar dari keanggotaan, Muzani menekankan bahwa keputusan tersebut harus diambil melalui kesepakatan bersama.

"Kita bisa kapan saja, bisa keluar tapi sekali lagi, itu harus atas kesepakatan bersama-sama," tutur dia. 

Di samping itu, Muzani menjelaskan, bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace itu sebagai salah satu upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan dan rekonstruksi Palestina.

"Itu tujuan utama dibentuknya Board of Peace. Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini, saya kira itu yang juga beliau (Presiden) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas lagi," jelas Muzani.

Sebelumnya diberitakan, mantan Menteri Luar Negeri (Menlu), Hassan Wirajuda mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto akan mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda

Photo :

  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Hal itu disampaikan Hassan usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo dan mantan presiden-wakil presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Hassan menyebut evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace diperlukan mengingat dinamika situasi di lapangan terus berkembang. 

Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk komitmen pendanaan serta pengiriman pasukan Indonesia yang selama ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," kata Hassan, dikutip dari ANTARA, Rabu, 4 Maret 2026.

Terkait dengan kemungkinan Indonesia keluar dari BoP, Hassan menyebut Presiden tidak menutup opsi tersebut apabila misi dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal, atau keberhasilannya semakin kecil.

Presiden AS Donald Trump memimpin pertemuan Board of Peace, Kamis 19/2

Bisa-bisanya Donald Trump Nyari Untung dari Penutupan Selat Hormuz

Menyusul dengan penutupan selat Hormuz, Presiden AS, Donald Trump menawarkan skema asuransi risiko politik serta pengawalan AL bagi kapal yang melintas di teluk Persia

img_title

VIVA.co.id

5 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |