AI Bikin Data Center Menjamur, Gaji Tukang dan Teknisi Bisa Tembus Rp1,5 Miliar

3 hours ago 1

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:12 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah pasar tenaga kerja global. Di tengah kekhawatiran AI menggantikan pekerjaan kantoran, pembangunan data center justru membuka banyak peluang kerja baru untuk pekerja teknis dan sektor blue-collar.

Laporan terbaru menyebut, lonjakan pembangunan data center AI di Amerika Serikat mendorong kebutuhan besar terhadap pekerja konstruksi, teknisi data center, teknisi listrik, spesialis pendingin ruangan (HVAC), hingga tenaga pemeliharaan fasilitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan teknologi saat ini terus menggelontorkan dana besar untuk membangun pusat data baru demi mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat. McKinsey memperkirakan investasi pembangunan data center di Amerika Serikat dapat mencapai US$7 triliun atau setara Rp124.600 triliun hingga 2030.

Saat ini terdapat sekitar 4.000 data center aktif di Amerika Serikat. Selain itu, sekitar 3.000 fasilitas baru telah diumumkan atau sedang dalam tahap pembangunan menurut Apollo Global Management.

Meski AI mulai memangkas sejumlah pekerjaan white-collar, pembangunan pusat data justru menciptakan peluang kerja baru dalam jumlah besar, terutama di sektor konstruksi. Namun, para ahli menilai sebagian besar pekerjaan tersebut bersifat sementara karena fokus utamanya berada pada fase pembangunan fasilitas.

“Mereka sebenarnya dihuni oleh sangat sedikit pekerja,” kata CEO Revelio Labs Ben Zweig terkait operasional data center, sebagaimana dikutip dari CBS News, Jumat, 29 Mei 2026.

Kepala ekonom Revelio Labs Lisa Simon juga mengatakan jumlah tenaga kerja permanen di data center relatif terbatas. “Peran jangka panjang yang diciptakan data center sebenarnya tidak terlalu besar volumenya,” ujarnya.

“Mereka adalah proyek yang jauh lebih padat modal dibanding padat karya.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, dampak ekonomi dari pembangunan data center tetap dianggap besar bagi daerah sekitar proyek. Ahli tenaga kerja dari Brookings Institution, Greg Wright, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dapat menggerakkan ekonomi lokal karena banyak pekerja konstruksi membutuhkan hotel, makanan, dan layanan lainnya selama proyek berlangsung.

“Ketika perusahaan konstruksi mendatangkan pekerja untuk membangun fasilitas ini, mereka perlu menginap di hotel dan makan. Jadi pembangunan data center bisa menciptakan dampak pekerjaan bagi ekonomi lokal,” kata Wright.

Halaman Selanjutnya

Menurut laporan American Edge Project pada 2025, pembangunan data center di Amerika Serikat diperkirakan menghasilkan sekitar 4,7 juta pekerjaan konstruksi sementara. Selain itu, sekitar 697 ribu pekerjaan permanen diproyeksikan tercipta untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |