JAKARTA, VIVA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mengambil langkah agresif untuk memacu penyehatan kualitas pembiayaan dengan menawarkan portofolio penjualan aset nasional senilai total Rp522,08 miliar kepada para investor dan mitra strategis. Aksi korporasi ini dikemas melalui agenda Investor Gathering Asset Sales yang digelar perseroan di Jakarta pada Kamis (25/6/2026).
Langkah pelepasan portofolio tersebut menjadi salah satu instrumen penting bagi Bank BSN untuk mempercepat pemulihan nilai ekonomi aset serta memperkuat likuiditas perusahaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Forum strategis tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofyan Noor, Direktur Risk Management Bank BSN Beki Kanuwa, Kepala Divisi Collection and Asset Management Bank BSN Cuk Hidayat, serta jajaran pengelola cabang dan calon investor potensial.
Alex mengatakan bahwa tata kelola aset macet atau pasif tidak boleh dibiarkan mengendap begitu saja tanpa memberikan kontribusi finansial balik bagi buku perseroan. Melalui forum ini, manajemen dengan sengaja mempertemukan langsung ratusan daftar aset potensial dengan investor yang tepat guna mentransformasi aset non-produktif menjadi modal kerja baru yang segar.
"Bagi Bank BSN, aset pasif tidak boleh hanya berhenti sebagai angka di dalam laporan keuangan saja. Aset tersebut perlu dikelola, dipasarkan, dan dioptimalkan secara transparan serta prudent agar dapat kembali memiliki nilai ekonomi riil. Harapan kami, proses recovery ini berjalan lebih cepat sehingga kualitas aset bank semakin sehat dan aset yang sebelumnya pasif bisa kembali produktif," kata Alex di depan para investor.
Sebaran portofolio asset sales yang ditawarkan mencakup 648 unit aset properti yang tersebar di 25 wilayah operasional di seluruh Indonesia. Kawasan JABODETABEK dan Jawa Barat mendominasi volume penawaran dengan total 346 unit senilai Rp178,3 miliar, di mana titik konsentrasi terbesar berada di Jakarta sebanyak 114 unit senilai Rp57,8 miliar dan Bandung dengan 110 unit senilai Rp56,1 miliar.
Alex menjelaskan, meskipun secara volume lebih kecil, portofolio di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencatatkan nilai taksasi jumbo mencapai Rp223,1 miliar dari total 62 unit, yang didorong oleh aset di area Semarang senilai Rp133,8 miliar dan Yogyakarta sebesar Rp82,6 miliar.
Halaman Selanjutnya
Untuk wilayah Sumatera, Bank BSN menawarkan 145 unit aset dengan nilai Rp56,5 miliar yang tersebar di Pekanbaru, Banda Aceh, Medan, Palembang, dan Batam. Sisa portofolio lainnya terbagi di wilayah Kalimantan sebanyak 34 unit senilai Rp28,2 miliar, Jawa Timur dan Bali sebanyak 35 unit senilai Rp22,5 miliar, serta Sulawesi dengan 26 unit portofolio senilai Rp13,4 miliar.

4 hours ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)