Banyak Orang Indonesia yang Pesan Mobil Baru

4 hours ago 3

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Industri otomotif Indonesia masih menghadapi tantangan pada 2026. Penjualan mobil nasional belum kembali ke level sebelum pandemi, sementara daya beli masyarakat dan suku bunga pembiayaan masih menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli kendaraan baru.

Berdasarkan data terbaru Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Kamis 24 Juni 2026, penjualan mobil secara retail sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 359.490 unit. Angka tersebut menunjukkan pasar masih bergerak, namun belum sepenuhnya pulih jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang sempat menembus lebih dari satu juta unit dalam setahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persaingan di industri juga semakin ketat. Selain merek-merek Jepang yang telah lama mendominasi pasar, produsen asal China terus memperluas jajaran produknya, mulai dari mobil bermesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik murni. Kondisi tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan di berbagai segmen harga.

Di tengah situasi itu, peluncuran model baru masih mampu menarik perhatian pasar. Sejumlah pabrikan bahkan mencatatkan angka pemesanan yang cukup tinggi hanya dalam masa pre-booking, sebelum pengiriman unit kepada konsumen dimulai.

Salah satunya Chery yang mengumumkan telah mengumpulkan lebih dari 3.000 pemesanan untuk model terbarunya, Chery Q, sejak pre-booking dibuka pada 18 Mei 2026. Masa pemesanan awal tersebut masih berlangsung hingga pertengahan Juli.

Sementara itu, DFSK juga melaporkan respons positif terhadap SUV plug-in hybrid E5 Plus. Perusahaan menyebut model tersebut telah mengantongi ratusan pemesanan sejak hari pertama pembukaan pre-booking yang digelar di Jakarta.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perlambatan pasar tidak berarti seluruh konsumen menunda pembelian kendaraan baru. Produk yang menawarkan teknologi baru, efisiensi, fitur lengkap, atau sesuai kebutuhan pasar masih mampu menarik minat masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren ini juga menggambarkan perubahan strategi produsen otomotif. Di tengah pasar yang lebih selektif, peluncuran produk baru kini tidak hanya mengandalkan nama merek, tetapi juga harus menawarkan nilai tambah yang jelas agar mampu bersaing dan menarik konsumen sejak masa pemesanan awal.

Bagi industri, capaian pre-booking bukan berarti mencerminkan keseluruhan kondisi pasar. Namun, angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap mobil baru masih ada, terutama ketika produsen berhasil menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi konsumen saat ini.

Suzuki Swift Sport Body Kit

Suzuki Swift Sport Terlahir Kembali, Tapi Ada yang Hilang

Nama Swift Sport selama ini identik dengan hatchback mungil yang lincah, ringan, dan menyenangkan untuk dikendarai. Namun, Suzuki membuat banyak penggemarnya pupus.

img_title

VIVA.co.id

25 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |