Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memberikan pengecualian terhadap empat negara, dari penerapan aturan soal Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA).
Keempat negara tersebut antara lain yakni China, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Terkait alasan apa yang membuat keempat negara tersebut mendapatkan pengecualian ketentuan DHE SDA, Airlangga menjelaskan bahwa keempat negara itu memiliki banyak kerja sama bilateral dengan Indonesia.
"(Dengan) beberapa negara itu kita cukup banyak (perjanjian) bilateral. Salah satunya dengan China, Amerika, kemudian Australia, dan satu lagi Kanada," kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Photo :
- ANTARA/Desca Lidya Natalia
Selain itu, Airlangga menyebut bahwa bank-bank yang akan dilibatkan dalam penampungan DHE SDA itu, nantinya tak terbatas hanya kepada bank-bank BUMN saja. Melainkan, sejumlah bank swasta juga akan ikut dilibatkan, dalam rangka menampung dana hasil ekspor dari komoditas-komoditas sumber daya alam tersebut.
Seiring berjalannya kebijakan yang sudah mulai efektif per 1 Juni 2026 lalu tersebut, Airlangga mengatakan bahwa seluruh mekanismenya akan kembali dievaluasi oleh pemerintah pada pertengahan September 2026 mendatang.
"Nanti (kebijakan DHE SDA) dievaluasi pertengahan September," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pengecualian kebijakan DHE SDA bagi negara-negara tersebut dilakukan dengan mengacu pada sejumlah pertimbangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dimana salah satunya yakni terkait soal jalinan perjanjian bilateral maupun multilateral, yang telah terjalin antara Indonesia dengan negara-negara tersebut.
"Satu, ada perjanjian bilateral atau multilateral. Yang kedua, investasinya besar. Terus, banknya eksis di sini sudah cukup lama, kira-kira gitu," ujarnya.
Purbaya Sebut Rating AAA Panda Bond Buktikan Kredibilitas Pengelolaan Fiskal RI
Purbaya menyampaikan, Panda Bond yang memperoleh peringkat kredit tertinggi AAA dari lembaga pemeringkat di China, ada bukti kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah.
VIVA.co.id
23 Juli 2026

6 hours ago
3











