VIVA – Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dikabarkan menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada mantan pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong. Menariknya, hukuman itu muncul ketika Shin Tae-yong sudah berada di Indonesia dan tengah mempersiapkan Persija Jakarta menghadapi musim baru.
Dikutip dari media Korea Selatan, Channel A, sanksi tersebut berkaitan dengan sejumlah kontroversi yang terjadi selama periode singkat Shin Tae-yong menangani Ulsan HD. Ia disebut hanya bertahan selama 65 hari sebelum diberhentikan setelah muncul persoalan terkait hubungan dengan pemain, dugaan insiden penyerangan terhadap pemain, hingga kontroversi mengenai aktivitas bermain golf saat tim menjalani pertandingan tandang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan sebelumnya telah mengambil keputusan terkait kasus tersebut. Setelah itu, KFA menggelar rapat Komite Fair Play untuk menentukan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia mencatat sejumlah prestasi penting tersebut.
Sanksi yang dijatuhkan terbilang berat karena mencakup penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun, larangan mengikuti kompetisi, bahkan pengusiran permanen. Namun, hukuman tersebut disebut hanya berlaku dalam yurisdiksi sepak bola Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong
Photo :
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Situasi ini membuat posisi Shin Tae-yong di Persija Jakarta ikut menjadi perhatian publik sepak bola Indonesia. Pasalnya, sang pelatih kini telah resmi memimpin Macan Kemayoran dan tengah membangun skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Persija sendiri memiliki ekspektasi tinggi terhadap pelatih asal Korea Selatan tersebut setelah menunjuknya sebagai nahkoda baru. Shin Tae-yong bahkan secara terbuka menyebut bahwa ukuran kesuksesan Persija adalah meraih gelar juara, bukan sekadar bersaing di papan atas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di bawah kepemimpinannya, Shin Tae-yong juga ingin menghadirkan wajah baru Persija dengan permainan menyerang dan mobilitas tinggi. Ia berharap para pemain mampu bergerak secara kolektif dan menjalankan konsep permainan yang lebih agresif dibandingkan pendekatan yang diterapkannya ketika menghadapi lawan-lawan kuat bersama Timnas Indonesia.
Asosiasi Sepak Bola Indonesia disebut telah menyampaikan pemberitahuan mengenai hasil tindakan disiplin tersebut kepada Shin Tae-yong. Meski demikian, hukuman yang berlaku di Korea Selatan tersebut dinilai tidak secara otomatis menghalangi aktivitasnya sebagai pelatih Persija Jakarta.

5 hours ago
4











