Bahagia Ternyata Punya Arti Berbeda bagi Orang Kaya, Kelas Menengah, dan Kelas Bawah

6 hours ago 3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:04 WIB

VIVA – Banyak orang percaya bahwa uang bisa membeli kebahagiaan, sementara sebagian lainnya beranggapan kebahagiaan tidak bergantung pada materi. Faktanya, cara seseorang memaknai kebahagiaan ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan latar belakang sosialnya.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pendapatan lebih tinggi umumnya melaporkan tingkat kepuasan hidup yang lebih baik dibanding mereka yang berpenghasilan rendah. Meski demikian, setiap kelompok masyarakat memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda karena kebutuhan dan prioritas hidup mereka juga tidak sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut gambaran bagaimana kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas memandang kebahagiaan, melansir dari YourTango

1. Kelas Atas: Kebahagiaan Berasal dari Kebebasan Menentukan Hidup

Bagi kelompok ekonomi atas, kebahagiaan bukan sekadar memiliki uang dalam jumlah besar. Mereka lebih menghargai kebebasan untuk mengatur hidup sesuai keinginan.

Banyak orang dalam kelompok ini memperoleh kekayaan melalui bisnis atau investasi sehingga memiliki fleksibilitas menentukan jadwal kerja, memilih proyek yang disukai, hingga menikmati waktu bersama keluarga tanpa terlalu dibatasi tuntutan pekerjaan.

Dengan kondisi finansial yang mapan, mereka juga memiliki akses terhadap layanan kesehatan terbaik, pendidikan berkualitas, hingga berbagai pengalaman eksklusif seperti perjalanan mewah.

Karena itu, kebahagiaan bagi kelas atas lebih banyak berasal dari rasa mandiri, kebebasan mengambil keputusan, dan kesempatan menjalani hidup sesuai impian.

Meski demikian, kekayaan tidak otomatis menjamin seseorang selalu bahagia. Namun, kondisi ekonomi yang stabil memberi peluang lebih besar untuk mengurangi berbagai sumber stres dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kelas Menengah: Stabilitas Finansial Menjadi Kunci

Sementara itu, kelas menengah memiliki pandangan yang berbeda. Mereka umumnya tidak mengalami kesulitan ekonomi seperti kelas bawah, tetapi juga belum menikmati kebebasan finansial layaknya kelompok atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi mereka, kebahagiaan identik dengan kehidupan yang stabil. Memiliki pekerjaan tetap, mampu membayar cicilan tepat waktu, menabung, serta memenuhi kebutuhan keluarga tanpa tekanan finansial menjadi tujuan utama.

Sebuah penelitian pada 2023 menyebutkan bahwa stabilitas keuangan dipahami sebagai kemampuan mempertahankan gaya hidup saat ini tanpa rasa cemas terhadap kondisi ekonomi di masa depan.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, banyak keluarga kelas menengah berupaya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka ingin memiliki cukup waktu menikmati hidup tanpa harus bekerja terus-menerus demi memenuhi kebutuhan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |