Jakarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengecam keras dugaan aksi kekerasan yang menimpa aktivis dari Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andri Yunus.
Ia menegaskan bahwa tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan hidup di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya sudah kecam tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini," kata Pigai kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui dialog dan mekanisme demokrasi yang sehat, bukan dengan kekerasan.
Ia menilai demokrasi Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Ia menegaskan tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapapun termasuk aktivis dan civil society.
"Bangsa ini besar karena ada komunitas civil society. Mereka mengontrol sebagai check n balances terhadap semua kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.
Mewakili pemerintah, Pigai menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saya meminta kepolisian harus serius mengusut tuntas supaya keluarga korban mendapatkan rasa keadilan. Hukum harus hadir untuk bangsa dan negara,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan dalam proses penanganan kasus tersebut. Ia juga membuka kemungkinan untuk menjenguk korban.
“Untuk pendampingan dan pengawasan sudah pasti kami jalankan. Soal menjenguk, tentu saja bisa. Nanti kami cek dulu korban dirawat di mana, apakah masih di rumah sakit atau sudah pulang,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban dugaan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026.
Peristiwa tersebut kini tengah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis setelah insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Bidang Hubungan Masyarat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis tersebut.
"Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM," kata Budi dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.
Bonnie Triyana Sebut Penyerangan Aktivis KontraS Pakai Air Keras Bentuk Nyata Darurat HAM dan Antidemokrasi
Aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan dengan cara disiram air keras. Publik pun meminta aparat mengungkap kasus ini dengan menangkap pelaku.
VIVA.co.id
14 Maret 2026

6 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
