Jakarta, VIVA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memberikan dorongan kuat kepada PSSI untuk bergerak lebih agresif di level internasional. Hal ini berkaitan dengan terancamnya partisipasi Timnas Indonesia di ajang Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang.
Oktohari meminta PSSI tidak tinggal diam dan secara lantang menyuarakan keberatan atas perubahan regulasi yang mendadak dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami mengimbau kepada PSSI supaya proaktif dan menyuarakan secara lantang terkait penerapan aturan yang membuat Timnas Sepak Bola Indonesia tidak tampil di Asian Games 2026," tegas pria yang akrab disapa Okto tersebut di Jakarta, Jumat dilansir dari ANTARA.
Aturan Baru yang Mengejutkan
Penyebab utama terancamnya Skuad Garuda adalah adanya pembatasan jumlah peserta sepak bola putra yang kini hanya dijatah untuk 16 tim. Berdasarkan regulasi terbaru, tiket menuju Asian Games 2026 hanya diberikan kepada negara-negara yang lolos ke putaran final AFC U-23 Asian Cup 2026. Dengan kata lain, ajang tersebut kini merangkap sebagai kualifikasi tunggal.
Masalahnya, sosialisasi mengenai pengetatan aturan kualifikasi ini dinilai sangat terlambat. KOI menyoroti bahwa kebijakan tersebut baru diumumkan setelah kualifikasi AFC U-23 berlangsung, sehingga merugikan banyak negara, termasuk Indonesia.
Ajak PSSI Jadi Motor Penggerak Protes
Meskipun KOI telah melayangkan protes resmi, hingga saat ini pihak OCA belum memberikan tanggapan. Oleh karena itu, Okto menilai PSSI sebagai federasi nasional memiliki peran krusial untuk melakukan tekanan diplomatik bersama federasi sepak bola dari negara lain yang juga dirugikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kalau komunikasi dibangun secara sporadis dan ini bisa disuarakan secara masif, saya rasa tekanan-tekanan itu bisa diberikan dan penggeraknya dari Indonesia," jelasnya.
Hingga saat ini, status keikutsertaan Indonesia memang belum berubah alias masih terganjal aturan tersebut. Namun, KOI menegaskan akan terus berjuang di jalur diplomasi olahraga agar hak atlet Indonesia untuk bertanding di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut tetap terjaga.
Kevin Diks Kenakan Ban Kapten Gladbach, Bawa Tim Menjauh dari Zona Degradasi
Tidak hanya membantu Borussia Moenchengladbach mengandaskan St. Pauli dengan skor 2-0 Bundesliga, Diks juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim.
VIVA.co.id
14 Maret 2026

4 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
