Spesifikasi Shahed-136, Drone Murah Iran yang Ramai Dibandingkan dengan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar

3 hours ago 3

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:35 WIB

VIVA – Pemerintah Amerika Serikat mengakui adanya kesalahan taktis dalam menghadapi ancaman drone Shahed milik Iran dalam konflik terbaru di Timur Tengah. 

Situasi tersebut menjadi sorotan setelah drone Shahed milik Iran mulai digunakan secara intensif dan menimbulkan tantangan baru bagi sistem pertahanan udara AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senjata “kamikaze” yang menjadi ciri khas Iran

Dikutip dari berbagai sumber,drone Shahed merupakan pesawat nirawak tipe “kamikaze” yang dirancang untuk menghantam target dengan membawa bahan peledak. Salah satu varian yang paling dikenal adalah Shahed 136, yang pertama kali terlihat pada Juli 2021.

Drone ini dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries Research Center di Iran. Bentuknya menyerupai segitiga dengan panjang sekitar 3,5 meter dan bentang sayap sekitar 2,5 meter.

Shahed-136 memiliki bobot sekitar 200 kilogram dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 115 mil per jam atau sekitar 185 kilometer per jam. Drone tersebut juga memiliki jarak tempuh hingga 1.550 mil atau sekitar 2.494 kilometer.

VIVA Militer: Drone bunuh diri HESA Shahed-136 Republik Islam Iran

Photo :

  • odessa-journal.com

Pesawat nirawak ini dilengkapi baling-baling pendorong di bagian belakang serta membawa hulu ledak eksplosif sekitar 50 kilogram. Muatan tersebut cukup untuk merusak bangunan besar, meskipun tidak cukup untuk meruntuhkan gedung pencakar langit secara total.

Salah satu karakteristik utama drone ini adalah kemampuannya terbang rendah untuk menghindari deteksi radar. Sebelum diluncurkan, drone biasanya diprogram mengikuti jalur penerbangan yang kompleks menuju target.

Digunakan Rusia dalam perang Ukraina

Drone Shahed-136 telah lebih dahulu digunakan oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina sejak musim gugur 2022.

Pada awalnya, Rusia mengimpor drone tersebut dari Iran. Namun kemudian Iran membagikan desainnya sehingga Rusia dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah besar.

Dalam sejumlah serangan, Rusia diketahui meluncurkan drone tersebut secara berkelompok hingga ratusan unit sekaligus. Serangan biasanya dilakukan bersama drone pengalih perhatian bernama Gerbera serta sejumlah kecil rudal jelajah dan rudal balistik.

Rudal-rudal tersebut digunakan untuk melemahkan pertahanan udara lawan, sehingga drone Shahed dapat menembus sistem pertahanan dan menyerang target.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer: Drone tempur HESA Shahed-136 buatan Iran

Drone ini paling efektif digunakan terhadap target statis, terutama infrastruktur utilitas seperti pembangkit listrik atau fasilitas energi. Serangan terhadap infrastruktur tersebut pernah memicu krisis listrik dan pemanas di Ukraina selama musim dingin.

Halaman Selanjutnya

Efektivitas karena murah dan diproduksi massal

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |