Alasan Propam Ikut Turun Usut Pria yang Aniaya Pegawai SPBU di Jaktim Sambil Bilang 'Mobil Jenderal' dan 'Kapolda'

2 weeks ago 4

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:00 WIB

Jakarta, VIVA - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya juga turun langsung menangani kasus penganiayaan tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, oleh pria yang mengaku aparat.

“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujar Kepala Bidang Propam Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Radjo Alriadi Harahap, Selasa, 24 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun terkait kehadiran pihaknya dalam kasus ini hingga ke lokasi kejadian tak lain untuk memastikan apakah benar kalau pria yang sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal itu, benar anggota atau justru sebaliknya cuma mengaku-ngaku saja.

Sebelumnya diberitakan, kasus penganiayaan tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, oleh pria yang mengaku aparat, kini ditangani serius aparat kepolisian.

Polda Metro Jaya memastikan proses penyelidikan terhadap pria yang sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal itu, kini tengah berjalan. Bersama Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro langsung menelusuri identitas pria yang mengaku aparat itu.

“Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Poliai Budi Hermanto, Selasa, 24 Februari 2026.

Untuk diketahui, seorang pria yang diduga oknum aparat sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal, terkait dugaan penganiayaan kepada operator saat proses mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim).

"Dia bilang, 'kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?' Berkali-kali dia ngomong begitu," kata salah operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19), di Jakarta Timur, Senin.

Menurut Lukman, dugaan pria tersebut sebagai oknum aparat muncul dari pengakuannya sendiri yang terus menyebut jabatan tinggi kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ucapan tersebut dilontarkan saat terjadi perdebatan terkait ketidaksesuaian barcode pembelian BBM jenis Pertalite.

Lukman mengaku kaget sekaligus takut saat pelanggan tersebut berulang kali menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian.

Halaman Selanjutnya

Tak hanya menyebut "jenderal", pria tersebut juga melontarkan kata "Kapolda" saat membentak petugas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |