Alumni Paham Betul, Andovi da Lopez Bongkar Dugaan Bekingan Pelaku di Kasus FHUI: Orang Tuanya Penting-penting!

1 week ago 4

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang mencuat di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia terus menjadi sorotan. Di tengah derasnya perhatian, kreator konten sekaligus alumni kampus tersebut, Andovi da Lopez, ikut angkat suara dengan pernyataan yang cukup tajam.

Sebagai lulusan FH UI angkatan 2012, Andovi—yang akrab disapa Dovi—mengaku merasa terpanggil untuk memberikan pandangan. Ia membuka pernyataannya dengan apresiasi terhadap langkah cepat mahasiswa FH UI yang menggelar forum terbuka guna membahas kasus ini. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gue mau kasih apresiasi kepada mahasiswa-mahasiswi FHUI lainnya yang cepat dan sigap melakukan forum itu di auditorium FHUI," kata Dovi dalam unggahan video di Instagram, dikutip Kamis 16 April 2026. 

Namun, menurut Dovi, persoalan ini jauh melampaui sekadar kasus internal kampus. Ia menilai situasi yang terjadi justru menjadi semacam ujian besar bagi institusi pendidikan hukum ternama di Indonesia tersebut.

"Tapi yang mau gue omongin adalah this is a litmus test for FHUI. Maksud gue apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini tidak hanya akan berdampak pada reputasi FH UI, tetapi juga mencerminkan kualitas penegakan hukum secara lebih luas. Dalam pandangannya, publik kini menaruh perhatian penuh terhadap langkah yang akan diambil pihak kampus.

“All of our eyes on you, FHUI,” katanya.

Menariknya, Dovi juga menyinggung isu sensitif yang berpotensi mempersulit penanganan kasus, yakni dugaan adanya “beking” dari keluarga para terduga pelaku. Ia menyebut, latar belakang keluarga yang memiliki pengaruh bisa menjadi faktor yang menimbulkan tekanan.

“Gue denger, banyak dari mereka orang tuanya penting-penting dan dari keluarga penting,” kata Dovi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi tantangan serius dalam menjaga transparansi dan keadilan selama proses penanganan berlangsung.

“Pasti ada pressure dari orangtua dan keluarga-keluarga ini yang penting," ujar Andovi.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan ini langsung memantik diskusi luas di media sosial. Banyak pihak menilai keberanian Dovi mengangkat isu tersebut sebagai dorongan agar kasus ini ditangani secara terbuka dan tanpa intervensi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |