Amati Perang AS-Iran, Sujiwo Tejo: Cuma Pesta Kembang Api!

1 week ago 3

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kondisi perang antara Amerika Serikat dan Israel yang melawan Iran kian memanas. Akibat dari konflik ini, dunia diguncang dengan kekhawatiran terjadinya perang dunia III. Apalagi, ada banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang juga tinggal di luar negeri dan terkena dampaknya. Tidak sedikit dari mereka yang gagal pulang ke Tanah Air karena penerbangan dibatalkan akibat serangan drone ke Bandara Dubai. 

Menanggapi konflik yang tengah memanas di Timur Tengah, Sujiwo Tejo ikut memberikan pendapat. Ia menyayangkan esensi perang yang kini disertai dengan perkembangan teknologi. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sujiwo Tejo bahkan menilai perang yang terjadi saat ini seperti pesta kembang api dan petasan saja. 

"Salam. Ini perang dalam arti duel. Kaki ketemu mata, tangan ketemu dada. Atau bukan perang, tapi cuma pesta kembang api dan pesta petasan," kata Sujiwo Tejo, dikutip Rabu 4 Maret 2026.

Budayawan tersebut melontarkan pandangannya mengenai pola peperangan modern yang menurutnya justru mencerminkan sikap tidak berani. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, cara berperang saat ini lebih banyak dilakukan dari jarak jauh tanpa pertemuan langsung antar pihak yang bertikai.

"Buat apa ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan kalau ternyata hanya membuat kita untuk menjadi pengecut," kata Sujiwo Tejo.

"Tidak berhadap-hadapan dada ketemu dada seperti zaman dulu. Mata ketemu mata. Itu namanya jantan," sambungnya.

Ia kemudian memperjelas bahwa istilah ‘jantan’ yang dimaksud bukan berkaitan dengan gender, melainkan soal keberanian dan sikap ksatria dalam menghadapi lawan secara terbuka. 

Menurutnya, konflik di masa lampau masih memperlihatkan perjumpaan fisik secara langsung, berbeda dengan kondisi sekarang yang mengandalkan serangan jarak jauh.

"Dulu kalau kita kelai, ke pematang, hadep-hadepan. Ini perang kok saling sembunyi, cuma jarak jauh. Ilmu pengetahuan membuat kita memalukan," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut memantik beragam respons dari masyarakat di media sosial. Sebagian warganet menyatakan sependapat dengan kritik Sujiwo Tejo, menganggap peperangan modern kehilangan nilai keberanian dan kehormatan. 

Namun, tidak sedikit pula yang memiliki pandangan berbeda. Mereka berargumen bahwa perkembangan teknologi memang mengubah strategi militer agar lebih efektif dan meminimalkan risiko pertempuran langsung.

Halaman Selanjutnya

Di tengah perdebatan tersebut, konflik antara Amerika dan Israel melawan Iran masih terus berlangsung. Israel dilaporkan menambah kekuatan militernya di wilayah Lebanon Selatan yang telah mereka kuasai, sementara Iran disebut melancarkan serangan drone yang menyasar kedutaan Amerika di Riyadh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |