Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Pengadilan Oslo menjatuhkan hukuman empat thaun penjara kepada Marius Borg Hoiby, putra tiri Putra Mahkota Norwegia, Haakon. Hoiby dinyatakan bersalah atas dua kasus pemerkosaan, satu kasus kekerasan dalam rumah tangga serta sejumlah tindak pidana lainnya.
Dalam persidangan yang dijalaninya, Hoiby membantah tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya termasuk dakwaan pemerkosaan. Namun dia mengaku mengakui beberapa pelanggaran yang dianggap lebih ringan. Ia masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jaksa sebelumnya menuntut Hoiby dijatuhi hukuman tujuh tahun tujuh bulan penjara.
Melansir laman NBC News, Kamis 18 Juni 2026, perjalanan sidang Hoiby selama tujuh pekan terakhir ini menyita perhatian publik Norwegia. Pasalnya, dalam persidangan itu terungkap berbagai hal, mulai dari masalah kecanduan narkoba yang dialami Hoiby, video-video pribadi yang ia rekam sendiri terkait hubungan seksual, hingga lebih dari 800 pesan elektronik yang dijadikan barang bukti.
Pengadilan juga mendengar bahwa salah satu dugaan pemerkosaan terjadi di ruang bawah tanah rumah keluarga Putra Mahkota.
Citra Keluarga Kerajaan Jadi Taruhan
Menurut profesor madya komunikasi politik di Kristiania University of Applied Sciences, Ketil Raknes, perhatian besar terhadap kasus ini dipicu oleh kontras antara citra keluarga kerajaan yang selama ini dianggap nyaris sempurna dengan berbagai tuduhan yang menyeret Hoiby. Kasus tersebut, bersama sejumlah kontroversi lain yang menimpa keluarga kerajaan, turut memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap monarki Norwegia.
Perkara ini juga berbarengan dengan permintaan maaf Putri Mahkota Mette-Marit terkait apa yang ia sebut sebagai penilaian yang buruk karena tetap menjalin kontak dengan pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, setelah Epstein divonis bersalah pada 2008.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Survei Norstat yang dirilis pada 21 Februari, saat persidangan masih berlangsung, menunjukkan dukungan terhadap sistem monarki turun ke angka terendah sepanjang sejarah, yakni 60 persen. Angka itu turun dari 70 persen pada Januari. Sementara itu, dukungan terhadap sistem pemerintahan alternatif meningkat dari 19 persen menjadi 27 persen.
Namun pada Mei, popularitas keluarga kerajaan mulai membaik. Survei Norstat menunjukkan 64 persen responden masih mendukung monarki, sementara 23 persen menginginkan sistem pemerintahan yang berbeda.
Halaman Selanjutnya
"Ini menjadi krisis yang sangat berat bagi keluarga kerajaan karena mereka menghadapi dua krisis sekaligus. Mereka juga mendapat banyak kritik terkait cara menangani persoalan yang berkaitan dengan dokumen Epstein," kata Raknes.

3 days ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)