VIVA –Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan bagi umat muslim di seluruh dunia. Ramadan juga menjadi momen terbaik bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yakni dengan menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Namun sayangnya, masih banyak ditemui orang-orang yang dengan sengaja meninggalam puasa tanpa uzur yang dibenarkan oleh syariat. Selain membuat kita kehilangan kesempatan meraih pahala, tindakan seperti ini juga ternayata mendatangkan ancaman hukuman terlebih jika dia sengaja meninggalkan puasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas apa ancaman hukuman terhadap mereka yang dengan sengaja meninggalkan puasa di bulan Ramadan? Terkait hal ini Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang tidak berpuasa bisa mendapatkan dosa besar.
“Di dalam berpuasa jangan sampai ada di antara kita melanggar lalu tidak berpuasa, yang tidak berpuasa ini dosa besar,” kata Buya Yahya dikutip dari saluran YouTube Al Bahjah TV, Senin 2 Maret 2026.
Buya Yahya juga mengingatkan agar umat muslim tidak berbohong terkait dengan ibadah yang mereka jalani selama bulan Ramadan. Misalnya saja, saat di rumah mereka berpuasa namun ketika berada di luar rumah mereka tidak puasa.
“Jangan berbohong kepada Allah, Allah Maha tau. Saat ini banyak orang yang fasik di rumah berpuasa tapi di luar rumah tidak puasa. Bahkan ada orang yang dengan mudahnya meninggalkan puasa Ramadan seolah-olah ini dosa kecil padahal dosa yang sangat besar. Ini problem, dan ketahuilah siapa yang melanggar seperti itu akan mudah melanggar yang lainnya,” jelas Buya Yahya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Buya Yahya juga mengungkapkan keresahan yang kerap dirasakan pemilik warung saat bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pada bulan tersebut, jumlah pembeli justru bisa lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya. Buya Yahya mengingatkan, pemilik warung yang tetap melayani orang-orang yang tidak berpuasa tanpa uzur juga berpotensi menanggung dosa.
“Sampai satu ketika ada seorang punya warung ngadu kepada kami warungnya bukan warung tempatnya para musafir, warung biasa. Sehingga bertanya apakah harus ditutup atau tidak, kenapa? Setiap bulan Ramadan yang belanja di warung tersebut lebih banyak dibanding di luar bulan Ramadan. Kenapa bisa begitu? Banyak bapak-bapak yang di rumah ngomong dengan ibu, istri dan anaknya berpuasa diam-diam orang itu belanja di warung tersebut. Naudzubillah, maka dosalah orang yang melayani dan dosalah orang tersebut,” jelas Buya Yahya.
Halaman Selanjutnya
Buya Yahya menjelaskan bahwa hanya 9 golongan orang yang boleh meninggalkan puasa Ramadan. Mulai dari anak kecil yang baligh, orang gila, wanita hamil dan menyusui hingga mereka yang melakukan perjalanan jauh.

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
