Jakarta, VIVA – Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan kerap diwarnai keluhan tubuh terasa lemas, lesu, hingga sulit berkonsentrasi saat memasuki siang hari.
Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh pola makan sahur yang kurang tepat, terutama jika didominasi karbohidrat sederhana dan makanan tinggi gula. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Padahal, pemilihan asupan yang sesuai dapat membantu tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka.
Dokter sekaligus praktisi kesehatan alami, Zaidul Akbar, menekankan pentingnya memperhatikan kandungan lemak sehat dalam menu sahur. Menurutnya, lemak merupakan salah satu sumber energi terbaik yang dapat menunjang daya tahan tubuh selama berpuasa.
“Kalau ditanya makanan apa yang bisa memberikan tenaga lebih saat sahur, maka jawabannya adalah lemak. Lemak itu salah satu asupan terbaik yang bisa dikonsumsi baik waktu berbuka maupun waktu sahur,” jelas dr. Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menerangkan bahwa lemak memiliki sifat “slow release”, yakni energi yang dihasilkan dari proses pencernaannya dilepaskan secara bertahap. Hal ini berbeda dengan karbohidrat yang cenderung cepat dicerna dan diserap tubuh.
"Kalau karbohidrat itu efeknya instan, cepat dikeluarkan tubuh sehingga kita cepat merasa lapar lagi. Tapi kalau lemak, energi yang dihasilkan keluar perlahan-lahan dan bisa bertahan lama,” ujarnya.
Beberapa sumber lemak sehat yang direkomendasikannya antara lain butter alami dari lemak sapi, minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), minyak zaitun, serta santan alami.
Lemak-lemak tersebut dapat dikombinasikan dengan sumber gula alami seperti kurma agar menghasilkan energi yang lebih optimal.
"Butter dari lemak sapi yang grass-fed (makan rumput alami) itu sangat baik. Bahkan Nabi SAW dulu juga biasa makan kurma dengan lemak hewani. Coba kurma dicocol pakai butter, rasanya enak dan bisa memberi tenaga luar biasa,” kata dr. Zaidul.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain lemak sehat, ia juga menyarankan penambahan garam mineral non-refinasi saat sahur guna membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Kandungan mineral alaminya dinilai mampu mendukung hidrasi dan menjaga vitalitas selama berpuasa.
“Kurma yang dicocol dengan butter lalu ditambahkan garam mineral non-refinasi itu kombinasi yang sangat baik. Lemak dan mineral ini membantu menjaga hidrasi dan tenaga,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Bagi masyarakat yang terbiasa mengonsumsi nasi saat sahur, dr. Zaidul menyarankan untuk menambahkan sedikit minyak zaitun atau VCO ke dalamnya. Cara ini diyakini dapat memperlambat proses pencernaan sehingga energi bertahan lebih lama.

3 weeks ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
