Apa Itu Penyakit Campak? Waspada Penularan Tinggi dan Risiko Komplikasinya

10 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Apa itu penyakit campak? Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Meski sering dianggap sebagai penyakit biasa dengan gejala demam dan ruam, campak bisa memicu komplikasi serius hingga kematian.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat bahwa kasus campak masih menjadi perhatian. Penurunan cakupan imunisasi disebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, salah satu penyebab turunnya cakupan imunisasi adalah maraknya misinformasi, terutama di media sosial.

"Penolakan imunisasi terjadi karena banyaknya misinformasi mengenai imunisasi yang beredar di media, terutama media sosial. Penurunan cakupan imunisasi berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kasus," ujar Aji seperti dikutip dari Antara pada Kamis, 5 Maret 2026.

Data Kemenkes menunjukkan pada 2025 KLB campak dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Sementara pada 2026, KLB tercatat di 24 kabupaten/kota. Meski terjadi penurunan, masih ada 10 daerah yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut.

Gejala dan Risiko Komplikasi Campak

Campak umumnya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti ruam kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh. Karena penularannya melalui percikan droplet saat batuk atau bersin, virus campak sangat mudah menyebar, terutama di lingkungan padat.

Aji mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan. "Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat mengakibatkan komplikasi hingga kematian apabila tidak terdeteksi secara dini dan tidak segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

Komplikasi campak dapat berupa diare berat, radang paru (pneumonia), infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Risiko ini lebih tinggi pada anak dengan daya tahan tubuh rendah atau yang belum mendapatkan imunisasi.

Pentingnya Imunisasi untuk Cegah Penularan

Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan campak. Pemerintah melakukan berbagai langkah, termasuk Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah yang mengalami KLB serta Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign) di wilayah berisiko.

"Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di daerah merupakan kunci utama untuk mencegah dan memutus rantai penularan," tambah Aji.

Selain itu, kesadaran orang tua untuk segera memeriksakan anak saat muncul gejala demam dan ruam juga sangat menentukan. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi sekaligus mempercepat penanganan medis.

Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), juga menekankan pentingnya melengkapi imunisasi anak, terutama menjelang periode mudik atau perjalanan jauh.

"Untuk mendapatkan perlindungan selama perjalanan maka vaksin itu memerlukan waktu yang cukup untuk menimbulkan kekebalan. Minimal 14 hari atau dua pekan," kata Nastiti.

Dia mengingatkan agar orang tua tidak melakukan vaksinasi mendadak sehari sebelum bepergian.

"Jangan mau perginya besok baru divaksinasi hari ini, karena belum cukup waktu untuk membentuk kekebalan dan bisa muncul demam atau nyeri di tempat suntikan," ujarnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |