AS Kembali Gempur Iran, Ini Deretan Lokasi yang Jadi Sasaran Serangan Militer Terbaru

2 weeks ago 16

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:30 WIB

Iran, VIVA – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan Negeri Paman Sam menyerang sejumlah target strategis sebagai respons atas dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu, 27 Juni 2026 waktu setempat, Trump menyatakan serangan tersebut menyasar fasilitas militer yang berkaitan dengan sistem pertahanan dan persenjataan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," tulis Trump.

Menurut Trump, operasi militer itu dilakukan setelah Iran disebut kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

"Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" ujarnya.

Tiga Wilayah di Iran Dilaporkan Menjadi Sasaran

Sebelum pernyataan resmi dari Trump disampaikan, sejumlah media Iran lebih dulu melaporkan adanya serangan di beberapa wilayah strategis di bagian selatan negara tersebut.

Berikut lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran serangan:

  • Pulau Qeshm
  • Wilayah dekat Kota Sirik
  • Sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh

Ketiga lokasi tersebut berada di kawasan selatan Iran yang berdekatan dengan jalur pelayaran strategis di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Selain menyerang sejumlah wilayah tersebut, Presiden Trump menyebut sasaran operasi militer juga mencakup lokasi penyimpanan rudal, fasilitas penyimpanan drone, serta radar pantai milik Iran.

CENTCOM Benarkan Operasi Militer

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) turut mengonfirmasi telah melaksanakan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Menurut CENTCOM, operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal niaga yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dampak serangan tersebut, termasuk kemungkinan korban maupun tingkat kerusakan di lokasi yang menjadi sasaran.

Trump Ancam Operasi Militer Lebih Besar

Dalam pernyataannya, Trump juga mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat masih membuka kemungkinan melakukan operasi militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan Washington akan mengambil langkah lebih tegas jika konflik terus mengalami eskalasi.

"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" kata Trump.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangkaian insiden di kawasan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |