Aurelie Moeremans Geram YTR Masih Dicari Kesalahannya Meski Jadi Korban, Singgung soal Hal Ini

2 weeks ago 5

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:15 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah simpati yang mengalir kepada YTR, masih bermunculan komentar di media sosial yang justru menyudutkannya. Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari aktris Aurelie Moeremans.

Melalui unggahan videonya di media sosial, Aurelie mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya masyarakat yang mencari-cari kesalahan korban, padahal kondisi fisik YTR menunjukkan luka yang sangat serius. Baginya, fenomena victim blaming atau menyalahkan korban justru menjadi persoalan yang tidak kalah memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aurelie mengungkapkan bahwa dirinya baru mengikuti perkembangan kasus YTR setelah menonton sebuah podcast yang membahas kronologi dan kondisi korban. Namun setelah itu, ia mengaku tidak bisa tidur karena terus memikirkan nasib YTR sekaligus membaca berbagai komentar warganet.

"Aku baru mengikuti kasusnya Yuvita yang di Bandung. Semalam nonton podcastnya dan langsung nggak bisa tidur. Terus aku iseng baca komen-komennya makin nggak bisa tidur," ujar Aurelie yang dikutip pada Sabtu, 27 Juni 2026. 

Yang membuatnya semakin geram adalah masih adanya komentar yang menuding korban sebagai penyebab dari apa yang dialaminya. Padahal menurutnya, kondisi korban sudah sangat jelas memperlihatkan bahwa ia mengalami penderitaan yang berat.

"Gila ya, korbannya udah jelas-jelas mukanya hancur gitu, udah nggak bisa lihat. Masih ada aja orang yang komennya tuh, 'Ah itu bucin aja kali,' atau 'Ya salah sendiri kumpul kebo.' Masih ada lho orang yang cari-cari kesalahan korban," katanya.

Aurelie juga menyoroti anggapan sebagian orang yang mengira korban kekerasan dalam hubungan selalu memiliki pilihan mudah untuk pergi. Menurutnya, pandangan tersebut keliru karena hubungan manipulatif bekerja dengan cara mengendalikan korban secara perlahan.

Ia bahkan mengaku heran ketika namanya ikut dibawa-bawa dalam diskusi mengenai kasus YTR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Parahnya lagi ada lho yang bawa-bawa nama aku. Katanya kalau Aurelie masih di bawah umur waktu itu, kalau ini kan udah dewasa. Please kalau jahat nggak usah bawa-bawa nama aku," ujarnya.

Menurut Aurelie, manipulasi psikologis tidak mengenal batas usia. Orang dewasa pun bisa menjadi korban ketika berada dalam hubungan yang penuh kontrol.

Halaman Selanjutnya

"Orang dimanipulasi atau dikontrol itu nggak hanya anak di bawah umur," tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |