Baku Tembak di Nabire, Markas Diduga Milik DPO Dulla Aibon Kogoya Dikuasai Aparat

1 week ago 3

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:28 WIB

Nabire, VIVA – Kontak senjata pecah di Nabire, Papua, Minggu malam, 1 Maret 2026. Aparat gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Operasi itu berujung pada penguasaan sebuah markas yang diduga menjadi tempat persembunyian DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penindakan dilakukan oleh Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 setelah aparat menerima informasi terkait keberadaan kelompok bersenjata tersebut.

Saat tim mendekati lokasi, perlawanan langsung terjadi. Kontak tembak tak terhindarkan. Setelah baku tembak berlangsung, kelompok tersebut melarikan diri dan meninggalkan markasnya.

Dari lokasi, aparat menyita 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek. Selain itu, diamankan 10 magazen termasuk untuk senjata api jenis SS1 dan AK-101.

Tak hanya persenjataan, petugas juga mengamankan 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), serta uang tunai Rp79.900.000.

Temuan yang lebih mengejutkan adalah dua unit ponsel yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan sebelumnya. Satu unit diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu. Sementara satu unit lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari langkah tegas penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata.

“TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tutur dia, Selasa, 3 Maret 2026.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani. Ia memastikan aparat akan bertindak tegas terhadap setiap upaya yang mengganggu stabilitas keamanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan memburu anggota kelompok yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus digencarkan demi menjaga stabilitas keamanan di Papua.

 Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi

Pulihkan Keamanan, 11 Bandara Perintis di Tiga Wilayah Papua Dijaga Ketat Personel TNI

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI dari gangguan KKB

img_title

VIVA.co.id

2 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |