Banjir Bandang Hantam Semarang Atas, Air Capai 2 Meter Rendam 4 Perumahan

2 hours ago 1

Senin, 16 Februari 2026 - 10:57 WIB

Semarang, VIVA – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Minggu malam hingga Senin dini hari, 16 Februari 2026, memicu banjir bandang di wilayah Semarang Atas.

Empat kawasan perumahan di Kecamatan Tembalang dan sekitarnya terdampak cukup parah, bahkan ketinggian air dilaporkan sempat mencapai dua meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banjir terjadi akibat intensitas hujan sedang hingga tinggi yang membuat Sungai Pengkol, anak Sungai Babon meluap. Tanggul yang tak mampu menahan debit air akhirnya jebol, dan air bah langsung menerjang permukiman warga.

Data terbaru dari Pusdalops BPBD Kota Semarang mencatat empat titik terdampak signifikan. Di Perumahan Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, air kembali meluap hingga merendam rumah warga. Di kawasan ini, ketinggian banjir sempat menyentuh dua meter dari lantai rumah.

Petugas masih melakukan pendataan jumlah kepala keluarga yang terdampak di Dinar Mas. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masjid yang berada di bagian atas perumahan untuk menghindari genangan yang terus meninggi.

Sementara itu, di Perumahan Argo Residence, Kelurahan Rowosari, genangan merendam RT 7 dan RT 8 RW 7. Tercatat sebanyak 50 KK atau sekitar 160 jiwa terdampak.

Kondisi serupa juga terjadi di Grand Batik Rowosari. Sebanyak 13 KK dengan total 33 jiwa melaporkan air masuk ke dalam hunian mereka.

Adapun titik dengan jumlah warga terdampak paling banyak berada di Grand Permata Tembalang. Banjir melanda RT 8 dan RT 9 RW 3, dengan total 110 KK atau 313 jiwa terdampak langsung.

Akibat tingginya genangan, 18 jiwa warga Grand Permata Tembalang, terdiri dari 12 orang dewasa dan 6 balita terpaksa mengungsi ke Masjid Iktifal Al Barokah.

Sejak dini hari, tim BPBD Kota Semarang telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan langkah darurat, mulai dari evakuasi hingga pemantauan debit air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Upaya yang dilakukan meliputi asesmen untuk mendata kerugian dan kebutuhan warga, evakuasi warga yang terjebak, terutama kelompok rentan, serta monitoring rutin terhadap debit air di wilayah yang masih tergenang," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, Senin, 16 Februari 2026.

Endro memastikan petugas masih bersiaga di lapangan, khususnya di titik-titik rawan seperti Dinar Mas. Pemantauan cuaca juga dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi potensi hujan susulan.

Halaman Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, warga terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik, pasokan air bersih, serta peralatan untuk membersihkan rumah pascabanjir guna mencegah munculnya penyakit.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |