Palu, VIVA - Sebanyak 30 rumah di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, pada Jumat, 3 April 2026, tercatat terendam banjir. Hal itu diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.
"Debit air Sungai Mapaga meningkat drastis, hingga meluap dan merendam permukiman warga di Dusun 7 Desa Labean," tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, Sabtu, 4 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Katanya, hujan deras telah mengguyur wilayah itu sejak siang hari. Puncaknya, air mulai masuk ke rumah warga pada pukul 15.00 WITA. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung melakukan penanganan awal dengan turun ke lokasi untuk melakukan assessment. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Donggala guna memastikan langkah penanganan berjalan efektif.
“Kami telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala guna langkah penanganan lanjutan,” ujar dia.
Untuk penanganan ke depan, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera direalisasikan, antara lain pembangunan bronjong di sepanjang aliran sungai guna menahan erosi dan mencegah luapan air, serta pembuatan drainase yang memadai untuk memperlancar aliran air saat hujan deras.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aparat Desa Labean juga turut terlibat dalam proses penanganan awal dengan membantu pendataan warga terdampak serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman pascabanjir. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan mulai berangsur membaik. Hujan telah berhenti dan debit air perlahan surut dari permukiman warga. Meski demikian, tim gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir kembali. (Ant)
Banjir Redam Demak, 583 Warga Mengungsi dan Satu Orang Dilaporkan Hilang
Banjir ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Selodoko jebol
VIVA.co.id
3 April 2026

4 weeks ago
18


























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)